Senin, Mei 27, 2024
BerandaHANKAMKIPRAH JEFFRY BOMANAK SANG PEMIMPIN YANG TAK ADA DALAM ORGANISASI TPNPB DI...

KIPRAH JEFFRY BOMANAK SANG PEMIMPIN YANG TAK ADA DALAM ORGANISASI TPNPB DI 36 KODAP

PAPUA “tabloidnusantara.com” ~  Akhir-akhir ini muncul pemberitaan yang mengejutkan bahwa Jeffrey Bomanak Pagawak yang selama ini mengklaim dirinya sebagai pimpinan TPNPB-OPM sekaligus Chairman Communication (Ketua Komunikasi)TPNPB tidak diakui oleh Egianus Kogoya dan Juru bicara TPNPB Sabby Sambom.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima PARBOABOA, Kamis (13/7/2023), Egianus Kogoya megatakan bahwa  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) menegaskan tidak mengakui Jeffrey Bomanak Pagawak sebagai bagian dari mereka.

Panglima TPNPB Wilayah III Ndugama Derakma, Egianus Kogoya bahkan mengibaratkan Jeffrey sebagai pencuri yang melompat pagar dan masuk mengambil tanaman orang lain. “Mengapa? Karena Jeffrey Bomanak Pagawak tidak ada dalam struktur Komando Nasional, TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan (KODAP) sehingga lucu dan aneh kalau Jefrry berkoar mewakili hasil kerja TPNPB dari 36 Komando Daerah Pertahanan (KODAP), dan mengklaim itu tidak benar sebagai mana sesuai aturan organisasi,” katanya

READ ALSO : HINDARI RESIKO KORBAN, OPERASI MILITER BUKAN OPSI PEMBEBASAN PILOT SUSI AIR

Egianus Kogoya Berang. (parboaboa)

Egianus juga menilai, Jeffrey Bomanak Pagawak mencari panggung dengan mencatut namanya tanpa berkoordinasi dengannya terlebih dahulu. Ia juga menyebut, Jeffrey Bomanak Pagawak menipu  banyak senior di TPNPB dengan alasan jual beli senjata, namun tidak pernah ada hasilnya. “Jikalau Jeffrey Bomanak Pagawak benar berjuang murni untuk Papua Merdeka, mana mungkin menipu dan merampok orang tua pertahanan yang datang dari daerah,” kata Egianus Kogoya.

Ia juga membantah semua yang dilakukan Jeffrey Bomanak di media terkait TPNPB adalah hoaks dan sangat memalukan. “Saudara Jeffrey Bomanak Pagawak tidak pernah mengakui TPNPB Komando Nasional dan juga Jeffrey Bomanak Pagawak tidak ada dalam struktur Komando Nasional. Maka dengan demikian, pada kesempatan ini saya sebagai Panglima Kodap III Ndugama-Derakma tidak pernah, dan tidak akan pernah memberikan mandat kepada Saudara Jeffrey Bomanak Pagawak untuk mengklaim diri sebagai bagian dari KOMNAS TPNPB-OPM kodap III Ndugama-Derakma,” jelas Egianus Kogoya.

READ ALSO : PJ BUPATI NDUGA LAKUKAN NEGIOSASI BERTEMU DENGAN EGIANUS KOGOYA

Saat ini hanya ada 36 Komando Daerah Pertahanan di Papua dan Papua Barat, di bawah kendali Komando Nasional dengan juru bicara Sebbby Sambom dan Akouboo Amatus Douw sebagai Ketua Dewan Diplomatik TPNPB-OPM.

Egianus Kogoya menambahkan, jika Jeffrey Bomanak Pagawak masih mengklaim bagian dari TPNPB-OPM, maka ada konsekuensi berat terhadapnya. “Demi agenda dan perjuangan Papua merdeka,” imbuhnya.

Jeffrey Bomanak Pagawak sebelumnya juga mengklaim ia memiliki kuasa terkait penyanderaan pilot Susi Air, Philip Mehrtens yang saat ini dilakukan oleh TPNPB-OPM kelompok Egianus Kogoya. Bahkan, Jeffrey mengatasnamakan Egianus Kogeya terkait ancaman membunuh Pilot Susi Air dengan tenggat waktu 1 Juli lalu.

Selama mengklaim dirinya sebagai pimpinan TPNPB-OPM sekaligus Chairman Communication (Ketua Komunikasi)TPNPB, Jefrry Bomanak Pagawak juga banyak memberikan pernyataan yang diragukan kebenarannya. Beberpa hari yang lalu Jefrry Bomanak Pagawak mengaku bahwa pihaknya memiliki hubungan diplomasi dengan Israel. “Orang Papua sudah punya hubungan diplomasi secara rohani dan juga jasmani dengan Israel,” terang Jeffrey.

Menurut Jeffrey bahwa Jadi kalau dukungan Israel pada OPM sebetulnya bukan hal yang harus diherankan.  “Sebelum para Intelijen Indonesia berspekulasi, kami telah mempunyai hubungan dengan Israel,” paparnya.  Jeffrey juga mengakui jika pihak Israel sendiri juga terus memantau tentang perkembangan Papua dengan berbagai teknologi yang dimilikinya.

Kemudiian pada tanggal 21 Mei, tersebar di media sosial surat dari pimpinan OPM Jeffrey Bomanak pada Presiden Amerika. Surat dari Jeffrey Bomanak tersebut diposting oleh akun twitter@PapuaWeb, di mana dalam surat itu, pimpinan OPM meminta Presiden Amerika memberikan perhatiannya atas apa yang terjadi di Papua.

READ ALSO : PENGALAMAN PROVOKASI KNPB, POLISI HARUS CARI SEBAB KERUSUHAN DOGIYAI

“Organisasi Papua Merdeka, Gerakan Papua Merdeka, pemimpin, Jeffrey Bomanak, menyerukan peran proaktif dari Presiden Joe Biden dalam mengakhiri pendudukan militer Indonesia yang melanggar hukum dan aneksasi Papua Barat dan kegagalan kebijakan luar negeri Amerika berikutnya dalam melindungi enam dekade kejahatan terhadap kemanusiaan,” tulis postingan tersebut.

Dalam surat itu, Jeffrey menuduh bahwa telah terjadi invasi dan pendudukan militer Indonesia. Jeffrey juga menyinggung perjanjian New York yang ditulis dan disponsori oleh pemerintah Amerika pada tanggal 15 Agustus 1962. Menurutnya perjanjian New York tidak menyertaan atau representasi dari satu orang Papua Barat pun dan membuka jalan bagi rumah jagal ini. “Orang-orangku menyebut perjanjian ini Pintu Gerbang Neraka,” tulis Jeffrey.

Jeffrey juga mengatakan bahwa selama enam dekade pengkhianatan dan pengabaian yang tidak berperasaan – orang-orang saya diperbudak, dipenjara, diserang, disiksa, diperkosa, dibunuh, dibantai, diracuni, dimiskinkan, kelaparan, dan dipindahkan secara paksa. “Selain itu juga disebutkan bahwa desa dibom, bahkan sekarang saat saya menyampaikan keprihatinan saya kepada Anda, dan korban saat ini, anak-anak, keluarga, setiap hari setiap minggu,” tulis surat tersebut.

Jeffrey juga menuduh bahwa Indonesia sebagai negara kolonial dan melakukan penyerbuan yang tidak sah pada Papua. Selain itu Jeffrey juga mengatakan bahwa dirinya menyertakan beberapa bukti tindakan yang dilakukan terhadap masyarakat Papua yang menurutnya adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan

Selain itu Jeffrey Bomanak Pagawak baru-baru ini menantang Menko Polhukam Mahfud MD untuk debat terbuka terkait integrasi Papua ke Indonesia melalui akun Facebook. Tantangannya diunggah di aku Facebook @ Jeffrey P Bomanak pada Kamis 27 April 2023. Melalui akun tersebut, Jeffrey Bomanak memprovokasi Mahfud MD agar mau melakukan debat terbuka. Tantangan tersebut kemudian di posting kembali oleh Lewis Prai yang mengklaim sebagai Diplomat Papua Barat melalui akun twitter@PapuaWeb.

Bahkan Jefrri melalui akun Facebook miliknya menggunggah tulisan yang mengancam jiwa Presiden Republik Indonesia ke 7, Joko Widodo atau Jokowi. Dia (Jeffrey) seperti dilansir dari unggahannya di Facebook. “Target tembak mati President Indonesia oleh TPNPB OPM adalah bagian penting dari dari implementasi UUD 45 dan Pancasila NKRI,” tulis Jeffrey seperti dilihat awak media legion-news.com Rabu (22/3/2023).

Dalam unggahan nya itu dia menambahkan, “Kekebalan Hukum dan Moral Presiden Joko Widodo yang tidak dapat Mengimplementasikan isi Pancasila dan UUD 1945 untuk bertanggungjawab terhadap aspura rakyat Papua bagi Penentuan nasib sendiri adalah alasan utama pasukan TPNPB OPM akan menembak mati setiap Presiden Indonesia dimasa masa mendatang!!!”

Bahkan menjelang PON XX di Papua, Jeffri mengancam akan melakukan pengorbanan di PON XX Papua jika Presiden Jokowi menginjak tanah Papua. Saat itu diketahui, bahwa Jokowi akan menghadiri pembukaan even akbar PON XX yang digelar di tanah Papua. Akan tetapi, kedatangan Jokowi rupanya menuai banyak polemik. Selain mengancam akan ada pengorbanan di PON, Jeffrey Bomanak juga menyatakan bahwa akan terjadi perang di mana-mana jika Jokowi menginjakkan kakinya di atas tanah Papua.

Dan banyak hal pernyataan Jefrri yang provokatif dan menyudutkan Indonesia. Namun ketika dirinya tidak diakui dalam organisasi TPNPB-OPM, siapa Jefrry Bomanak Pagawak?

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments