Selasa, Mei 21, 2024
BerandaKRIMINALWARGA SIPIL DIBACOK, AKSI PENYERANGAN OPM MAKIN KEJAM DAN BERINGAS

WARGA SIPIL DIBACOK, AKSI PENYERANGAN OPM MAKIN KEJAM DAN BERINGAS

PAPUA “tabloidnusantara.com” ~ Setelah kasus penyerangan di Distrik Dogiyai Papua Tengah Kamis 13 Juli 2023, terjadi lagi kasus penyerangan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah Sabtu 15 Juli 2023 pukul 06.10 WIT. Kali ini Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB dari Organisasi Papua Merdeka mengaku terlibat dalam penyerangan tersebut hingga melukai warga sipil.  Korban luka adalah pedagang bernama Oktari Andi (40). Dia terluka berat setelah leher bagian belakangnya dibacok orang tidak dikenal menggunakan parang. Perbuatan itu diduga sudah direncanakan sebelumnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, pura-pura hendak belanja, pelaku sengaja datang ke kios korban. Saat korban hendak mengambil barang yang dipesan, pelaku langsung menyabetkan parangnya. ”Pelaku langsung melarikan diri ke arah Kampung Wandoga. Dari keterangan sejumlah saksi, pelaku bertubuh tinggi, menggunakan jaket berwarna hitam, dan celana pendek jeans,” papar Ignatius.

READ ALSO : ONE CIVILIAN STABBED BY PAPUA ARMED CRIMINAL GROUP, CONTINUING THEIR GRUESOME ACTS OF VIOLENCE

Sementara itu Kepala Polres Intan Jaya Ajun Komisaris Besar Afrizal menuturkan bahwa kejadian itu berawal ketika korban dan saudara iparnya sedang membersihkan depan kios pada pagi hari. Lalu datang OTK membeli biskuit gabin dan membawa parang.  “Saudara ipar korban melayani pelaku tersebut. Saat korban mengambil minyak goreng dari kios sebelah, pelaku tiba-tiba membacoknya di bagian belakang leher sehingga korban menderita luka sobek dan berteriak minta tolong, yang kemudian pelaku berhasil melarikan diri,” terangnya.

Dari kejadian tersebut korban terluka sobek di leher sepanjang 12 sentimeter. Setelah dirawat di puskesmas setempat, korban dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Mimika. Afrizal menambahkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengidentifikasi saksi-saksi. ”Kami berjanji mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya,” tambahnya.

Tampak salah seorang pedagang bernama OA yang mengalami luka berat karena diserang OTK. (kupang.tribunnews.com)

REAF ALSO : PESAN WAPRES KE PERUSUH: KEMBALILAH KE NKRI, KITA BANGUN PAPUA UNTUK ORANG ASLI PAPUA

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Sebby Sambom menyatakan, pihaknya terlibat dalam penyerangan itu. ”Intan Jaya merupakan salah satu daerah zona perang antara kami dan TNI-Polri. Kami meminta pendatang segera meninggalkan daerah itu demi keselamatannya,” tegas Sebby.

Kejadian ini menambah daftar korban konflik di tanah Papua. Sebelumnya, Ripin, pengojek motor tewas dengan 23 tusukan di tubuhnya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa 11 Juli 2023 malam. OPM menyatakan membunuh Ripin yang mereka anggap sebagai intelijen TNI yang menyamar.

Dari pernyataan Sabby Sambom tersebut, terjadinya aksi kekejaman dan kekerasan di Intan Jaya merupakan tindakan yang menunjukkan bahwa OPM masih eksis untuk melancarkan teror kepada masyarakat dan aparat keamanan. Namun tindakan mereka semakin kejam dan beringas dan dapat dikategorikan sebagai tindakan yang melanggar HAM. Selain itu aksi mereka menunjukkan bahwa kondisi OPM makin terjepit karena memanfaatkan simpatisannya untuk mengacaukan keamanan dan mencari dukungan logistik mereka yang sudah menipis selama pelarian dan menghindari kejaran aparat keamanan.

READ ALSO  : PANGLIMA TNI: SITUASI DI DOGIYAI PAPUA TENGAH SUDAH KONDUSIF

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments