Kamis, April 18, 2024
BerandaBUDAYAKEAKRABAN PRESIDEN-WARGA ASMAT, SEOLAH TAK TERJADI ISU KKB PAPUA

KEAKRABAN PRESIDEN-WARGA ASMAT, SEOLAH TAK TERJADI ISU KKB PAPUA

PAPUA “tabloidnusantara.com” – Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, Kamis (6/7/2023), disambut kehangatan penduduk setempat. Kehangatan tegur sapa dengan warga Asmat, terlihat jelas seusai Presiden Jokowi meresmikan Bandara Ewer. Suasana damai, sejuk, tenteram, hingga penuh riang tawa terlihat antara Presiden Jokowi dan warga Asmat.

Keakraban kepala negara bersama masyarakat seolah menunjukkan bahwa tidak ada isu ancaman dan keangkeran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya. KKB Papua pimpinan Egianus diketahui, menyandera Pilot Susi Air Philip Mark Marthens sejak 7 Februari 2023 lalu. Kemudian, kelompok bersenjata itu mengancam menembak mati pilot Philip pada 1 Juli 2023.

READ ALSO : PEMERINTAH INDONESIA TIDAK AKAN LIBATKAN NEGARA LAIN UNTUK BEBASKAN PILOT SUSI AIR

Informasi mengenai KKB di Papua ini terus meresahkan masyarakat. Terutama yang tinggal di Papua, termasuk di distrik-distrik yang kerap disambangi KKB. Di luar Papua, isu KKB juga membuat masyarakat geram. Mereka terus memberi dukungan bagi aparat untuk bisa memberantas KKB di Papua.

Momen Presiden Sapa Warga Asmat

Puluhan ribu warga Asmat dengan pakaian adat daerahnya, setia menunggu Presiden Jokowi di luar kawasan Bandara Ewer. Mereka tampak senang melihat Presiden Jokowi berjalan keluar sambil bersapa tegur seusai meresmikan Bandara Ewer.

Berdasarkan video dari Setpres RI, puluhan ribu warga Asmar terlihat meneriakkan yel-yel saat Presiden Jokowi datang menghampiri. Terlihat, Presiden Jokowi bersalaman dengan anak kecil, dewasa, hingga orang tua. Kemudian, terlihat seorang warga Asmat mendekati Presiden Jokowi sambil membisiki sesuatu. Ternyata, warga setempat tersebut memberikan oleh-oleh Presiden Jokowi sebuah tas tradisional Papua yakni noken.

READ ALSO : EKS KETUA KOMNAS HAM : KKB PAPUA LANGGAR HUKUM INTERNASIONAL DAN HAM

Presiden Jokowi saat berswa foto dengan masyarakat Asmat (Foto: RRI)

Saking merasa senang, Presiden Jokowi berswa foto bersama warga Asmat. Banyak warga mengantre untuk bisa mengabadikan foto dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut. “Presiden hebat, Jokowi Presiden yang ketujuh yang bisa lihat kami di lumpur. Termasuk hutan rimba ini,” kata warga Asmat saat meneriaki Presiden Jokowi saking senangnya. Teriakan itu, disambut lagi oleh warga Asmat lainnya. “Asmat NKRI harga mati,” ucapnya.

Tidak selesai di situ, Presiden Jokowi memberikan tebak-tebakan kecil untuk anak-anak sekolah. “Dua tambah dua berapa,” ucap Presiden Jokowi kepada beberapa anak sekolah dasar asal Asmat. Sontak, anak tersebut menjawab tegas pertanyaan Presiden Jokowi. “Empat,” ujar anak sekolah tersebut. Mendengar jawab tersebut, Presiden Jokowi senang, tersenyum, dan mengacungkan jempolnya. Di akhir video, Presiden Jokowi mengabadikan foto bersama dengan warga dan anak-anak Kabupaten Asmat.

Bandara Ewer Percepat Mobilitas

Presiden Jokowi menegaskan, Bandara Udara Ewer di Kabupaten Asmat, sudah dapat digunakan mulai Kamis (6/7/2023). Khususnya, untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di Kabupaten Asmat. Presiden Jokowi juga mengatakan, kehadiran Bandara Ewer untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan barang. Bandara tersebut membuka isolasi di Kabupaten Asmat.

“Ini penting sekali konektivitas keterhubungan antar sebuah wilayah baik kabupaten, provinsi. Maupun pulau, karena akan mempercepat mobilitas orang dan mobilitas barang,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya saat meresmikan Bandara Ewer di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Kamis (6/7/2023).

READ ALSO : TNI-POLRI PERLU DIBERIKAN PERAN TEPAT UNTUK MENANGANI OPERASI KEAMANAN DI PAPUA

Diharapkannya, bandara tersebut mampu mempercepat pengiriman logistik. “Dan akan membuka isolasi akan mempercepat kiriman-kiriman logistik,” ucap Presiden Jokowi. Kemudian, Presiden Jokowi mengaku, mendapat laporan adanya dua kali penerbangan dari Timika ke Asmat setiap minggunya. Lalu, empat kali penerbangan dari Kamur dan Merauke setiap minggu. “Ini akan membuka wisata Asmat. Akan semakin meningkat,” ujar Presiden Jokowi.

Masyarakat Asmat dengan penuh antusias menunggu kehadiran Presiden Jokowi (Foto: RRI)

Menutup pidatonya, Presiden Jokowi berharap, Bandara Ewer dapat membuat Asmat semakin berkembang dan maju. Perekonomian Asmat harus semakin meningkat dengan kehadiran bandara tersebut. “Kita ingin dengan selesainya Bandara Asmat ini akan semakin membuat daerah berkembang dan maju. Kita harapkan ekonomi di Kabupaten Asmat, di Provinsi Papua Selatan secara umum semakin meningkat,” ucap Presiden Jokowi.

Agenda Presiden Jokowi Sebelum ke Asmat

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia dan Papua Nugini (PNG) adalah raksasa ekonomi. Hal itu disampaikannya dalam forum bisnis Indonesia-PNG, di APEC Haus, Rabu (5/7/2023), acara yang dikunjungi sebelum ke Asmat.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mendorong pembahasan PTA (Preferential Trade Agreement) Indonesia-PNG. Tujuannya agar kerja sama ekonomi kedua negara semakin tumbuh dan berkembang. “PNG dan Indonesia masing-masing adalah raksasa ekonomi, PNG di Pasifik dan Indonesia di Asia Tenggara, bisa dibayangkan. Jika kedua ini bergabung, berdampak sangat besar, bukan hanya bagi rakyat kedua negara, namun juga kawasan,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya.

Kemudian, Presiden Jokowi mengaku, Indonesia mendukung Program Connect PNG. Salah satunya, melalui BUMN konstruksi Indonesia yang telah berpengalaman di beberapa negara. Presiden menyebut, infrastuktur dan konektivitas merupakan syarat utama untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Contohnya dengan pembukaan rute penerbangan Denpasar-Port Moresby. “Konektivitas juga terus kita kembangkan. Dengan pembukaan rute pelayaran PNG Express dan pembukaan penerbangan Denpasar-Port Moresby,” ujar Presiden Jokowi.

READ ALSO : KUNJUNGAN PRESIDEN JOKOWI, BUKTI KUAT PEMERINTAH PRIORITASKAN BANGUN PAPUA

Lanjutnya, Presiden Jokowi menegaskan, Indonesia-PNG memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Dengan perbatasan kedua negara yang mencapai lebih dari 800 kilometer. Berdasarkan data yang diterima Pos Skouw, tercatat perdagangan yang besar pada 2019 yang lalu. Menurut Kepala Negara hal ini harus dioptimalkan. “Kita perlu jadikan titik-titik perbatasan sebagai pusat kegiatan ekonomi baru. Ini akan sangat berdampak tidak hanya untuk masyarakat perbatasan, tapi juga ekonomi kedua negara,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden juga menyaksikan penyerahan miniatur pesawat Citilink secara simbolis kepada perwakilan peserta forum bisnis. Ini sebagai tanda peluncuran penerbangan perdana Citilink rute Denpasar-Port Moresby.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments