Rabu, Mei 29, 2024
BerandaHANKAMPEMERINTAH INDONESIA TIDAK AKAN LIBATKAN NEGARA LAIN UNTUK BEBASKAN PILOT SUSI AIR

PEMERINTAH INDONESIA TIDAK AKAN LIBATKAN NEGARA LAIN UNTUK BEBASKAN PILOT SUSI AIR

JAKARTA “tabloidnusantara.com” – Kelompok separatis yang dikenal sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menculik dan menyandera seorang pilot Susi Air Phillip Mark Mehrtens berkebangsaan Selandia Baru di Bandara Paro Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023 beberapa waktu yang lalu. Peristiwa ini mencuri perhatian publik dan sampai saat ini belum diselesaikan secara tuntas.

READ ALSO : KUNJUNGAN PRESIDEN JOKOWI, BUKTI KUAT PEMERINTAH PRIORITASKAN BANGUN PAPUA

Dalam upaya pembebasan dan penyelamatan, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tidak akan ada campur tangan asing dalam upaya pembebasan pilot Susi Air Kapten Philips Mertens yang disandera oleh KKB di Papua. Menurut Menkopolhukam Mahfud MD, hal itu sudah menjadi kebijakan atas permasalahan internal yang diyakini bisa diselesaikan sendiri.

Pemerintah Indonesia berupaya untuk membebaskan pilot Susi Air dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum dan tidak melibatkan campur tangan asing. Pemerintah juga menjamin keselamatan pilot Susi Air dan tidak akan mengambil tindakan yang membahayakan nyawa sandera serta meminta TNI dan Polri untuk bertindak professional dalam menanganinya.

Pemerintah telah menyatakan bahwa mereka siap melakukan segala upaya yang diperlukan untuk menyelamatkan pilot Susi Air yang masih disandera oleh KKB di Papua.  Jelas bahwa Papua adalah bagian integral dari Indonesia dan pemerintah ingin memastikan penyelesaian masalah di sana dilakukan secara internal tanpa campur tangan pihak asing.  Pemerintah berharap mengatasi masalah ini dengan menggunakan profesionalisme yang dimiliki oleh aparat keamanan TNI-Polri dan instansi terkait di dalam negeri sehingga pemerintah dapat memperkuat otonomi dan kepercayaan diri dalam menangani situasi yang sulit seperti ini.

READ ALSO : EKS KETUA KOMNAS HAM : KKB PAPUA LANGGAR HUKUM INTERNASIONAL DAN HAM

Kondisi Pilot Susi Air Capten Philips Max Marten (Tengah) kembali diancam akan ditembak mati oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. (tribun-papua.com)

Salah satu alasan mengapa pemerintah ingin menghindari campur tangan asing adalah untuk mempertahankan kedaulatan negara. Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyatnya dan menjaga keamanan dalam negeri. Dengan menangani kasus ini sendiri, pemerintah dapat menunjukkan bahwa mereka memiliki kedaulatan, otonomi dan kapabilitas serta kemandirian untuk menyelesaikan masalah yang ada di dalam negeri.

Langkah-langkah konkret telah diambil oleh pemerintah untuk menyelamatkan pilot Susi Air yang disandera. Aparat keamanan dan instansi terkait telah dikerahkan untuk melacak dan membebaskan sandera tersebut. Selain itu, pemerintah juga telah melibatkan tokoh-tokoh masyarakat adat setempat, tokoh agama dan pejabat Pemda untuk melakukan dialog dengan KKB Papua.

READ ALSO : TNI-POLRI PERLU DIBERIKAN PERAN TEPAT UNTUK MENANGANI OPERASI KEAMANAN DI PAPUA

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments