Selasa, April 16, 2024
BerandaKRIMINALTPNPB-OPM AKTIF LANCARKAN SERANGAN PSIKOLOGIS DAN PROPAGANDA DENGAN PELANGGARAN HAM

TPNPB-OPM AKTIF LANCARKAN SERANGAN PSIKOLOGIS DAN PROPAGANDA DENGAN PELANGGARAN HAM

JAKARTA “tabloidnusantara.com” ~ Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menilai TPNPB-OPM di bawah pimpinan Egianus Kogoya masih gencar melancarkan serangan psikologis dan propaganda negatif.  “Aksi-aksi pembunuhan itu menunjukkan bahwa KKB terus berusaha melancarkan operasi psikologis dan melakukan propaganda negatif,” kata Direktur Eksekutif ISSES, Khairul Fahmi kepada apahabar.com, Minggu (16/7).

Fahmi menambahkan TPNPB-OPM juga masih menghantui masyarakat dengan menebar ketakutan lewat aksinya melayangkan nyawa warga sipil meskipun aksi terornya tersebut sangat bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

READ ALSO : PANGLIMA TNI: SITUASI DI DOGIYAI PAPUA TENGAH SUDAH KONDUSIF

Tidak jarang mereka bahkan melempar tudingan terhadap TNI-Polri yang menjadi pelaku pembunuhan untuk menarik negara-negara internasional dengan pelanggaran HAM yang dilakukan TNI-Polri.  “Sejauh ini tidak pernah ada bukti yang memperkuat tuduhan itu. Sementara pihak TNI-Polri juga selalu membantah dan menolak tuduhan,” jelasnya. Menurutnya, aksi itu juga merupakan bentuk teror yang tujuannya adalah menunjukkan eksistensi dan menebar ketakutan di tengah masyarakat.

Meskipun tidak ada bukti kuat, tuduhan itu membentuk stigma bahwa aparat intelijen di Papua kerap menggunakan profesi tukang ojek sebagai kedok. Di satu sisi, hal itu meningkatkan risiko keselamatan bagi warga yang berprofesi sebagai tukang ojek. Di sisi lain, masyarakat juga dirugikan dan kesulitan mengakses lokasi dengan kondisi jalan kurang baik dan sarana transportasi terbatas.”Jika ojek tak lagi beroperasi karena ketakutan,” lanjut Fahmi. Dirinya juga mengatakan bahwa sangat sulit untuk benar-benar menghilangkan risiko dan ancaman bagi keselamatan para tukang ojek.

Kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya bersama sandera Pilot susi air.

REAF ALSO : PESAN WAPRES KE PERUSUH: KEMBALILAH KE NKRI, KITA BANGUN PAPUA UNTUK ORANG ASLI PAPUA

Secara jangka pendek tentu mesti terdapat upaya konkret untuk melindungi keselamatan para warga sipil.  “Secara jangka panjang, harus ada upaya membangun kepercayaan, menghapus stigma dan melawan propagan dan negatif KKB,” ujar Fahmi.

Ia pun berharap agar aparat intelijen yang menjalankan misi rahasia maupun misi klandestin di Papua sepertinya juga perlu lebih cermat dan berhati-hati dalam aktivitasnya. “Agar tidak merugikan para pelaku profesi yang sebenarnya,” ungkap Fahmi. “Misi harus benar-benar tersembunyi lalu identitas samaran harus dijalankan dengan sewajar mungkin,” pungkasnya.

Terlepas dari pernyataan Direktur Eksekutif ISSES, Khairul Fahmi aksi teror berupa pembunuhan warga sipil kerap dilakukan TPNPB-OPM. Dimulai awal tahun 2023 sampai sekarang, mereka melancarkan sejumlah penembakan terhadap warga sipil dan petugas keamanan di wilayah pegunungan, seperti di Intan Jaya, Puncak, Yahukimo hingga  Kabupaten Nduga.

Selain membantai tukang ojek dan warga sipil, KKB juga merusak objek vital seperti membakar tower telekomunikasi, menembak pesawat serta mengganggu aktivitas di bandar udara Dekai Yahukimo. Termasuk membakar pesawat sekaligus menyandera pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

READ ALSO : WARGA SIPIL DIBACOK, AKSI PENYERANGAN OPM MAKIN KEJAM DAN BERINGAS

Tokoh Adat Papua asal Sentani, Yanto Eluay, menyebut kekerasan yang dilakukan KKB Papua sudah pantas dikategorikan pelanggaran HAM berat. “Ini sudah tentu pelanggaran HAM, karena korban yang berjatuhan oleh aksi KKB sudah sangat banyak. Bahkan aksi kekerasan yang dilakukan sudah tidak lagi memandang bulu,” ujarnya dalam keterangan tertulis diterima Tribun-Papua.com, Senin (20/3/2023).

Untuk itu, Yanto Eluay menyerukan agar para pegiat HAM tak tinggal diam. Apalagi absen dalam sejumlah kasus penembakan yang menewaskan warga sipil. “Jangan nanti ketika ada tindakan tegas dan terukur dari aparat keamanan yang bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas lalu mau digoreng sebagai isu pelanggaran HAM, barulah pemerhati HAM mau berbicara, saya rasa itu sangat keliru,” sindirnya.

READ ALSO : ONE CIVILIAN STABBED BY PAPUA ARMED CRIMINAL GROUP, CONTINUING THEIR GRUESOME ACTS OF VIOLENCE

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments