Selasa, Mei 21, 2024
BerandaKRIMINALAKSI TEROR MENINGKAT, 7 TEWAS DAN 9 ANGGOTA KSTP BERHASIL DIAMANKAN APARAT

AKSI TEROR MENINGKAT, 7 TEWAS DAN 9 ANGGOTA KSTP BERHASIL DIAMANKAN APARAT

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Aksi teror yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) sudah tidak bisa ditolelir lagi. Kelompok kriminal tersebut secara keji, kejam dan brutal meningkatkan aksinya sepanjang bulan September 2023. Korban dari aparat TNI/Polri bahkan warga sipil terus berjatuhan, sementara mereka juga merusak dan membakar fasilitas umum, seperti pasar, sekolah dan perkantoran.

Melihat aksi mereka yang tidak berperikemanusiaan, Satgas gabungan TNI/Polri yang beroperasi melalui Satgas Damai Cartenz terus mengejar dan memburu anggota KSTP yang telah menebar teror di tanah Papua. Penindakan hukum secara tegas dan terukur harus dilakukan agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya yang meresahkan dan menyengsarakan masyarakat. Kontak tembakpun tak bisa dihindari ketika Satgas Damai Cartenz melancarkan operasinya untuk mengejar KSTP.

READ ALSO : APARAT BANTAH KLAIM KSTP SERANG POS DAN ANCAM USIR IMIGRAN

Di bulan September 2023, tak kurang tujuh anggota KSTP tewas saat terjadi kontak tembak dengan aparat. Sementara sebanyak sembilan lainnya dapat diamankan lantaran terlibat aksi penyerangan, penembakan hingga pembakaran di sejumlah wilayah di Papua.

Pada hari Rabu 13 September 2023, terjadi kontak tembak terjadi antara aparat keamanan dengan KSTP di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Menurut keterangan Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi GN Suriastawa dalam insiden itu satu anggota KSTP dilaporkan tewas setelah dibidik oleh sniper dari Yonif Raider 300/BJW.

Kejadian bermula saat personel Patroli Gabungan Satgas Pamtas Mobile Yonif Raider 300/BJW dan Satgas Elang wilayah Ilaga mendatangi aksi pembakaran perumahan tenaga kesehatan (nakes) di kompleks RSUD Kampung Kibogolome, Distrik Ilaga, oleh KSTP beberapa waktu lalu. Mereka melihat dua orang anggota KSTP berada di belakang rumah nakes dan membawa dua pucuk senjata api dan berusaha melarikan diri. Kemudian anggota TNI melepaskan tembakan peringatan dan membuat pelaku melarikan diri ke ketinggian.

Barang bukti senjata, amunisi, bendera bintang kejora yang berhasil disita Satgas Damai Cartenz dimana sebelumnya menembak mati 5 anggota KKB di Pegunungan Bintang. (foto: Satgas Damai Cartenz)

READ ALSO : PANTAU JALUR TIKUS, SATGAS TNI RUTIN LAKUKAN PATROLI GABUNGAN

“Terpantau oleh personel Satgas Pasgat Jingga 25 ada dua orang kelompok KSTP berada di belakang rumah Nakes yang terbakar dan dilakukan tindakan pengamanan dengan melakukan tembakan,” kata Kolonel Czi GN Suriastawa melalui keterangan tertulis, Rabu (13/9/2023).

“Pada saat melaksanakan penyisiran di sekitaran rumah, honai dan gereja di Kampung Arumaga, Praka Lutfi Sniper 300/BJW melihat tiga orang anggota KSTP dengan membawa dua pucuk laras panjang berlari ke atas ketinggian,” kata dia. Setelah itu terjadi kontak senjata.

“Personel kemudian melakukan tembakan peringatan, namun KSTP malah membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak, dari hasil pantauan diketahui satu orang anggota KSTP terjatuh dan diseret oleh temannya ke lembah,” imbuhnya.

Pada hari Kamis, 14 September 2023 lima anggota KSTP tewas saat terjadi kontak tembak dengan Satgas Batalyon Marinir 7 yang sedang melaksanakan patroli lingkungan pos di Kabupaten Yahukimo. Mereka adalah anggota dari kelompok Yotam Bugiangge, mantan anggota TNI yang membelot menjadi KSTP di wilayah Kabupaten Nduga.

Sebelumnya dilaporkan dalam kontak tembak itu awalnya terlihat 4 orang KSTP meninggal di tempat. Sementara yang lainnya berhamburan menyelamatkan diri masing-masing sambil membawa kabur senjata dari mereka yang sudah tewas. Namun selang beberapa saat, kontak tembak berhenti sehingga aparat melanjutkan penyisiran. Di situlah kemudian ditemukan satu lagi anggota KSTP dalam kondisi tewas.

Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III, Kolonel Czi GN Suriastawa menyatakan bahwa kelima jenazah tersebut bukan masyarakat sipil Yahukimo. “Jadi 5 anggota KSTP yang meninggal itu adalah kelompok Yotam Bugiangge dari Batalyon Wesem Kowip III, Kodam III Ndugama,” kata Kolonel Czi GN Suriastawa. Ia mengatakan, data 5 KSTP sudah dicocokkan dengan data dimiliki semua aparat keamanan gabungan dan sudah sesuai bahwa mereka anggota KSTP.

Sementara itu Ricky Sasaka, seorang anggota KSTP tewas setelah ditembak Satgas gabungan yang terdiri dari Satgas Damai Cartenz, Satgas Yonif 310 Pam Perbatasan, Satgas Mandala, dan Satgas Yapen. Korban terkena tembakan saat melakukan aksinya menyerang pesawat sipil yang sedang persiapan mendarat di Bandara Oksibil. Selain Ricky Sasaka, satu orang KSTP lainnya dilaporkan terluka akibat insiden itu.

Diketahui, kelompok ini terlibat berbagai gangguan pada lalu lintas penerbangan di sekitar bandara. Kelompok tersebut juga menembak aparat Brimob yang berpatroli hingga tewas. Juga menembak aparat Satpol PP, membakar rumah dinas DPRD dan kios warga hingga ludes. “Benar satu KSTP anak buah dari Ananias Ati Mimin telah tertembak mati, 1 lagi luka-luka terkena tembakan, lalu lainnya melarikan diri saat pasukan gabungan TNI-Polri melakukan pengejaran,” katanya, Sabtu (23/9/2023).

Selain ketujuh anggota KSTP yang tewas dari data yang didapat aparat gabungan juga menangkap setidaknya Sembilan anggota KSTP lainnya untuk mempertanggungjawabkan aksi terornya. Satu diantaranya adalah Martianus Marsani, anggota KSTP yang diamankan Satgas Pamtas Mobile Yonif PR 330/TD di Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan, Rabu (13/9/2023).

Martianus Marsani ditangkap setelah mencoba melakukan penyerangan di Kampung Kumbala Gupa, Distrik Sugapa. Saat itu Tim Waltis yang dipimpin Dansatgas Pamtas Mobile Yonif PR 330/TD Mayor Inf Dedy Pungky Irawanto, dengan kekuatan 10 orang melakukan patroli. “Setelah melaksanakan patroli meneruskan perjalanan kembali ke Pos Kotis Mamba,” ujar Gusti Nyoman Suriastawa, melalui keterangan tertulis, Kamis (14/9/2023).

Ketika rombongan Tim Waltis tiba di jalan Trans Sugapa, tepatnya di atas SDN Bilogai, terlihat dua anggota KSTP dengan jarak 60 meter sedang melakukan kegiatan mencurigakan. “Indikasinya akan melakukan percobaan penyerangan terhadap aparat,” sambungnya.

Melihat kedatangan personel TNI, salah satu anggota KSTP langsung melarikan diri melompati pagar sekolah dan terus berlari ke arah Kampung Kumbala Gupa. Matianus Marsani tertangkap setelah dipojokkan oleh personel TNI. “Salah satu KSTP yang mengaku bernama Matianus Marsani tidak sempat melarikan diri karena posisinya terjepit antara mobil dan pagar sekolah, sehingga dapat diamankan,” ungkapnya.

Setelah ditangkap, dipastikan Martianus Marsani merupakan anggota KSTP Intan Jaya yang saat ini harus menjalani proses hukum. “Martianus Marsani mengaku bagian KSTP wilayah Homeyo, kondisi saat ini dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan baik sebagai warga negara Indonesia yang punya hak sama di mata hukum,” kata Suriastawa.

Dari Matianus Marsani, aparat mengumpulkan sejumlah barang bukti, yaitu satu tas hitam, satu tas noken, satu buah sabun mandi, satu stel baju hitam, uang tunai sejumlah Rp 250.000, satu bungkus gula pasir. Kemudian tiga bungkus rokok, tiga bungkus kopi, satu buah korek api, satu topi warna biru, satu stel kaus kaki loreng, satu kaus merah, satu buah bendera bintang kejora, dan lainnya

Satgas Ops Damai-2023 juga berhasil menangkap seorang anggota KSTP berinisial ET alias LD alias ALTAU (27). ET ditangkap di area RSUD Nabire, Selasa (19/9/2023). ET merupakan bagian dari kelompok KSTP Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2023, Kombes Pol Dr Faizal Ramadhani saat dikonfirmasi membenarkan bahwa timnya berhasil menangkap snggota KSTP dari kelompok Egianus Kogoya di Nabire Papua Tengah. Faizal menjelaskan ET alias LD alias ALTAU terlibat dalam beberapa aksi kejahatan.

Sementara itu Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2023, AKBP Dr Bayu Suseno mengatakan pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti. “Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku berupa, satu buah tas selempang hitam biru, satu buah cas ponsel Oppo, uang tunai Rp 750.000 dan 3 unit Hp (2 nokia, 1 Android),” ujar Bayu. Saat ini anak buah Egianus Kogoya tersebut telah diamankan di Polres Nabire Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Ya benar, Polres Nabire masih melakukan pemeriksaan secara intensif,” kata Bayu.

Tak berhenti begitu saja, Satgas Operasi Damai Cartenz 2023 juga menangkap anggota KSTP inisial AK alias Artis (20) saat berada di Ilaga pada Kamis (21/9/2023). “Kami mengamankan satu anggota KSTP di Ilaga atas nama Ardinnus Kogoya alias AK atau Artis (20) yang beralamat Kampung Manggume Distrik Pomukia Kabupten Puncak,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz 2023 AKBP Suseno, Minggu (24/9/2023).

Bayu menuturkan, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain berupa 1 buah tas kecil, 3 buah kalung manik-manik, 1 buah botol minuman, 1 buah handphone merk Oppo, 1 buah pisau carter, 1 buah kalung besi dan 1 buah kalung mainan warna kuning.

“Berdasarkan hasil pemeriksaaan, bahwa peran AK yaitu pembakaran rumah warga dan bascamp PT Unggul pada 23 Mei 2023 lalu, peran yang kedua terlibat pembakaran SMA Negeri 1 Ilaga pada tanggal 17 Agustus 2023 lalu,” jelasnya. “Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan di Polres Puncak untuk pengembangan lebih lanjut,” tuturnya.

Begitu pula Simpatisan Kelompok Separatis Teroris (KST) bernama Marthen Iba, juga diamankan Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 407/PK Sektor Distrik Aroba Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Penangkapan simpatisan KSTP ini berawal dari penyerangan orang tak dikenal (OTK), Jumat (22/9/2023) di pos Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 407/PK. Marthen Iba ditangkap saat sweeping gabungan dilakukan TNI-Polri, setelah terjadi serangan terhadap Pos TNI di Aroba Teluk Bintuni. Bersamanya ditemukan barang bukti berupa 3 pucuk senjata rakitan, KTP atas nama Marthen Iba, Kartu Anggota TPN Papua Barat atas nama Marthen Iba dengan jabatan Staf Operasi, 8 buah HP, 2 buah kartu perdana telkomsel dan 1 buah tas.

Dansatgas Yonif 407/PK Letkol Inf Hermawan Setya Budi mengatakan, telah terjadi gangguan dari OTK terhadap Pos TNI di Aroba Teluk Bintuni. Terdengar tembakan senjata api sebanyak delapan kali dalam tempo dua kali gangguan, masing-masing empat kali tembakan, Jumat (22/9/2023) sekira pukul 19:00-19:25 WIT. “Laporan dari anggota di lapangan, terjadi gangguan terhadap Pos Aroba dari OTK sebanyak dua kali dengan total sebanyak delapan kali tembakan, namun tidak ada korban dan anggota aman,” ujar Dansatgas.

Setelah kejadian tersebut, Dansatgas 407/PK memerintahkan Danpos Aroba, Danpos Sumuri dan Danpos Tomage untuk meningkatkan siaga dan melaksanakan patroli perimeter seputaran pos, kios-kios yang menjual bahan makanan ke OTK. Sweeping juga dilakukan di seputaran pelabuhan bersama pihak Polsek Baboo, Polres Bintuni dan penyisiran di Kampung Air Terjun yang berada 3 KM di belakang Pos serta patroli di pinggir pantai gunakan longboat.

READ ALSO : KSTP MATI KUTU, TIGA TOKOH CENTRAL DITANGKAP DAN SATU ORANG TEWAS DITANGAN APARAT

Sebanyak 5 warga sipil juga diamankan Polres Nduga dan jajaran Satgas Gakkum Damai Cartenz, Provinsi Papua Pegunungan. Kelima orang tersebut diamankan pada Minggu (17/9/2023) dan Senin (18/9/2023). Mereka diamankan karena diduga kuat mendukung dan menjalin komunikasi intens dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KSTP) pimpinan Egianus Kogoya.

“Jadi dasar penangkapan 5 warga sipil ini karena terindikasi kuat mendukung KSTP sesuai keterangan salah pelaku yang terlibat dalam kelompok itu,” kata Kapolres Puncak, Kompol Vinsensius Jimmy. Selain keterangan pelaku, hal lain menjadi bukti kuat seperti adanya foto dokumentasi di handphone yang disita aparat terkait indikasi mereka adalah pendukung dan sering berkomunikasi dengan Egianus Kogoya.

Penangkapan dilakukan di salah satu rumah tepat di belakang Gereja Yerusalem saat ada warga sipil lain tengah istirahat bersama mereka. “Saat ditangkap sempat terjadi perlawanan dengan mengunci pintu rumah dan menghalangi aparat untuk masuk hingga terjadi cekcok saat 5 orang ini hendak diamankan,” katanya.

Ke 5 warga sipil ini akhirnya berhasil diamankan dan diboyong ke Mako Polres Nduga untuk dimintai keterangan atas dugaan menjalin komunikasi dengan KSTP. “Kalau 5 warga sipil ini telah diperiksa. Kami juga telah berkoordinasi dengan Bupati Nduga untuk menyelesaikan masalah ini. Intinya saat penangkapan tidak ada kekerasan yang dilakukan aparat,” tuturnya.

Dari keterangan polisi hanya dibeberkan dua orang yang diamankan masing-masing bernama Idin Gwijangge dan Zakeus Kogoya selaku pemilik rumah. Sedangan berdasarkan data dihimpun ada empat orang diamankan di antaranya Urbanus Kogoya, Marko Kogoya, Indisina Gwijangge dan Barini Gwijangge.

READ ALSO : SEMPAT SEPEKAN MENCEKAM DITEROR KSTP, WARGA OKSIBIL MULAI NORMAL BERAKTIFITAS

Tabloid Nusantarahttps://tabloidnusantara.com/
Membuka Wawasan Dan Mencerdaskan
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments