Selasa, April 16, 2024
BerandaHANKAMTNI/POLRI BANTAH KORBAN PENEMBAKAN TPNPB-OPM DI DISTRIK MULIA ADALAH INTELIJEN

TNI/POLRI BANTAH KORBAN PENEMBAKAN TPNPB-OPM DI DISTRIK MULIA ADALAH INTELIJEN

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Soal penembakan warga sipil di Distrik Mulia, Polda Papua membenarkan namun membantah bahwa korban adalah intelijen yang menyamar sebagai penjaga kios sebagaimana dituding TPNPB OPM. “Benar ada warga sipil, Jermanto Simanjuntak berusia 35 tahun yang ditembak mati Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP), 31 Oktober 2023. Namun dia itu bukan agen intel seperti yang dituduhkan,. Dia itu warga sipil murni,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo pada Rabu (1/11).

Ditempat terpisah Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan belum menerima info soal intelijen TNI gugur di Papua. Menurut Julius, informasi tersebut masih perlu pendalaman lebih lanjut. “Sampai jam ini tidak ada info itu (anggota TNI gugur di Papua),” kata Julius, Kamis 2 November 2023.

Julius mengatakan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) yang disebutnya sebagai Kelompok Separatis Teroris Papua atau KSTP memang kerap mengklaim. Alih-alih menembak warga sipil disebut sebagai anggota TNI. “Seringkali mereka (KSTP) nembak sipil dibilang intel,” kata Julius.

READ ALSO : DITUDUH INTEL SAAT LAYANI KESEHATAN MASYARAKAT, 5 NAKES DIANIAYA KSTP DI AMUMA

Salah satu Wraga Sipil an. Angganita Mandowen (baju biru) yang merupakan korban penganiayaan KKB di Distrik Amuma, sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (1/11/2023).

Julius pun mengaku sudah mendengar jika ada penembakan di wilayah Papua yang menyebabkan seorang tewas. Namun, kabar yang diterimanya itu, korban merupakan warg sipil. “Adanya warga sipil jadi korban kesekian kalinya oleh KSTP,” kata Julius.

Sementara itu juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyatakan bahwa TPNPB-OPM bertanggung jawab atas penembakan tersebut karena penembakan itu dilakukan pasukan TPNPB OPM dari Kodap XVIII Ilaga. Pihaknya juga menuding bahwa penjaga kios di Kampung Purume, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua yang mereka tembak adalah agen intelijen TNI-Polri untuk memata-matai aktivitas TPNPB OPM di wilayah tersebut.

Sebby menerangkan bahwa agen intelijen yang menyamar sebagai penjaga kios tersebut tiba-tiba mengeluarkan pistol asli dan menembak orang gila yang membawa pistol mainan di sekitar kios korban. Pasukan TPNPB OPM yang kebetulan berada disekitar lokasi, langsung mengepung dan menembak mati intel penjaga kios yang belakangan diketahui bernama Jermanto Simanjuntak (35 tahun).

“Dia itu agen intelijen TNI yang disusupkan sebagai penjaga kios. Data kami akurat sekali. Kalau bukan intel, bagaimana dia bisa pegang senjata organik. Dia itu kami sudah pantau lama dan begitu ada kesemapatan, pasukan kami tembak mati. Jadi jangan tuding pihak lain, kami TPNPB OPM bertangung jawab,” kata Sebby Sambo Rabu malam (1/11).

READ ALSO : SATGAS TNI BANTU ATASI TRAUMA MASYARAKAT PAPUA AKIBAT TEROR KSTP

Berbeda dengan penjelasan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius dengan tegas membantah bahwa kronologis dari keterangan saksi yakni istri korban bahwa sekitar pukul 18.50 WIT, ia dan korban sedang makan, mendengar ada seorang yang tidak dikenal dan mengetuk kios milik korban.

“Saat itu, kios sudah tutup, namun pelaku tersebut mengetuk kios dengan maksud ingin membeli rokok. Setelah membuka pintu, pelaku langsung menodongkan senjata ke arah korban lalu menembaknya sebanyak satu kali,” kata Kombes Ignatius.

Korban mengalami luka tembak pada bagian rahang kanan. Setelah melakukan aksinya pelaku langsung melarikan diri dan istri korban meminta pertolongan untuk membawa korban ke Rumah Sakit Mulia. “Korban dibawa anggota Polres Puncak Jaya menuju RSUD Mulia untuk diambil tindakan perawatan, namun setelah dalam proses perawatan korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Saat ini, lanjut Kombes Ignatius, pihaknya sementara menyelidiki kasus penmbakan ini untuk bisa mengungkap pelakuknya. “Kami sementara lakukan penyelidikan mengolah TKP untuk mengungkap pelakunya,” pungkas Kombes Ignatius.

READ ALSO : MEMBANTAI WARGA SECARA SADIS, KEJAM DAN BIADAB, KSTP WAJIB DITINDAK TEGAS

Tabloid Nusantarahttps://tabloidnusantara.com/
Membuka Wawasan Dan Mencerdaskan
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments