Sabtu, Mei 25, 2024
BerandaKRIMINALPOTENSI HAMBAT PEMBANGUNAN, TPNPB USIR WARGA SIPIL NON PAPUA DAN LARANG AKTIVITAS...

POTENSI HAMBAT PEMBANGUNAN, TPNPB USIR WARGA SIPIL NON PAPUA DAN LARANG AKTIVITAS PENERBANGAN

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom mendesak semua warga sipil non-Papua untuk segera meninggalkan wilayah Puncak Jaya. Sebby mengatakan pihaknya akan melakukan kekerasan jika hal itu tidak diindahkan.

“Jika tidak, maka kami siap eksekusi semua masyarakat pendatang yang cari makan di seluruh wilayah konflik dan lebih khususnya di Mulia,” kata Sebby Sambom dalam keterangannya secara tertulis, Kamis (2/11/2023).

Pernyataan itu dikatakan Sebby Sambom setelah pengakuannya bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) bertanggungjawab atas penembakan yang menewaskan warga sipil di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Selasa (31/10/2023) petang. “Panglima TPNPB Kodap XVIII Ilaga Bridjend Penny Murib dan pasukannya bertanggungjawab,” ujarnya.

Sementara itu TPNPB-OPM wilayah Intan Jaya melaporkan sempat terlibat kontak tembak dengan TNI/Polri di Kampung Bajemba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Rabu (1/11/2023). Wakil Panglima Kodap VIII Intan Jaya Apeni Kobogau menceritakan bahwa satu hari sebelumnya, mereka sudah berupaya untuk menembak pesawat yang hendak mendarat di wilayahnya.

READ ALSO : TNI/POLRI BANTAH KORBAN PENEMBAKAN TPNPB-OPM DI DISTRIK MULIA ADALAH INTELIJEN

Ilustrasi, warga sipil di Nduga yang menjadi korban konflik di Papua

Mereka terus melakukan penembakan karena menduga pesawat yang dimaksud membawa barang-barang milik TNI/Polri. Pada laporannya kali ini, Apeni memperingatkan kepada seluruh maskapai penerbangan untuk tidak menerbangkan pesawatnya pada Minggu. Sebabnya, TPNPB-OPM sudah mengetahui kalau penerbangan di hari Minggu itu untuk membawa logistik anggota TNI-Polri.

“Kami akan tindak tegas kepada maskapai penerbangan, tidak boleh menerbangkan pesawat pada hari Minggu karena kami tahu itu barang-barang muatan milik TNI-Polri,” tegas Apeni. “Ancaman, Teror dan penyerangan oleh KSTP yang terus terjadi membuat kondisi di Papua kian tak kondusif. Tindakan KSTP itu disebut merugikan banyak pihak. Tak hanya warga sipil yang terancam dan terisolisir, investor maupun perusahaan pun merasa tak aman. Padahal, banyak pembangunan infrastruktur akan dapat memberi keuntungan bagi masyarakat ke depannya.

READ ALSO : DITUDUH INTEL SAAT LAYANI KESEHATAN MASYARAKAT, 5 NAKES DIANIAYA KSTP DI AMUMA

Kepala Program Studi Kajian Terorisme, Universitas Indonesia, Muhammad Syauqillah menilai bahwa rentetan aksi teror yang dilakukan oleh KSTP kepada masyarakat akan menambah urgensi penanganan masalah ini ditengah gencarnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah demi kesejahteraan Papua.

“Padahal kita perlu melihat bagaimana masa depan pembangunan Papua seperti apa kedepannya. Kalau misalkan terus-menerus ada konflik seperti ini ya tentunya Papua mengalami hambatan dalam membangun,” ujar Muhammad Syauqillah di Jakarta.

Dirinya melanjutkan, aksi teror yang dilancarkan oleh KSTP tentunya keluar dari jalur kerangka pembangunan Papua, yang sejatinya diperuntukkan untuk orang Papua itu sendiri. Artinya ketika pembangunan macet, secara jangka panjang akan berdampak kepada masalah-masalah kesejahteraan masyarakat Papua sendiri, misalkan akses jalan dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

“Setidaknya masyarakat Papua itu, dengan aksi kekerasan yang terjadi di Papua, yang terkena dampak tentunya adalah masyarakat Papua, rakyat Papua atau siapapun yang ada di Papua itu akan terkena dampaknya, terutama dampak negatif,” jelas Syauqillah.

Dari semua gambar desain dan informasi yang dirangkum dalam artikel tentang https://klinikinteriorinteriogmail.wordpress.com/2017/07/17/klinik-interior-jayapura-mbah-untung-no-081344712417/

Tabloid Nusantarahttps://tabloidnusantara.com/
Membuka Wawasan Dan Mencerdaskan
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments