Kamis, Mei 30, 2024
BerandaKRIMINALRENTETAN KEBIADABAN KKB JELANG PERAYAAN HUT RI KE-78 DI PAPUA, TERAKHIR 3...

RENTETAN KEBIADABAN KKB JELANG PERAYAAN HUT RI KE-78 DI PAPUA, TERAKHIR 3 WARGA TEWAS MENGENASKAN

PAPUA, Tabloidnusantara.com” – Dua aparatur sipil negara (ASN) dan seorang warga di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, sehari jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (16/8/2023) dikabarkan tewas dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Mereka ditemukan tak bernyawa di dalam truk yang sudah hangus terbakar. Sebelum ditemukan, aparat keamanan gabungan terlibat kontak tembak dengan KKB yang diduga merupakan bagian dari kelompok Egianus Kogoya.

READ ALSO : KKB SEMPAT LAKUKAN AKSI TEROR, KAPOLDA NYATAKAN PERINGATAN HUT RI DI PAPUA BERJALAN TANPA GANGGUAN

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengungkapkan, kejadian tragis itu berlangsung pada Rabu (16/8/2023) sekira pukul 21.45 WIT.  “Telah terjadi gangguan tembakan di Kompleks Yosoma sehingga mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia,” ujar Fakhiri, melalui pesan singkat, Kamis (17/8/2023).

Diterangkan Irjen Mathius, tiga orang tersebut sebelumnya pergi dari Batas Batu dan hendak ke Kenyam. “Pukul 24.03 WIT, personel gabungan TNI-Polri tiba di TKP dan menemukan adanya tiga warga sipil sudah dalam keadaan meninggal dunia sehingga personel mengevakuasi ketiga korban tersebut ke Kota Kenyam,” kata Fakhiri. Adapun identitas para korban yakni Steven Didiway, Michael Rumaropen, dan Samsul Ahmad.

Mengenai para pelaku, Fakhiri menduga mereka adalah KKB yang selama ini kerap membuat aksi kriminal di Nduga. “Kemungkinan besar pelakunya adalah kelompok Egianus Kogoya,” cetusnya. Serangan KKB Papua terhadap 3 warga ini adalah puncak dari aksi teror mereka beberapa hari menjelang HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gangguan awal muncul pada hari Selasa (15/8/2023) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah dan Kabupaten Dogiyai, Papua Pegunungan. Peristiwa pertama terjadi di Distrik Gome sekitar pukul 09.45 WIT. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembaki Pos TNI yang berujung pada kontak tembak. Personel TNI-Polri pun kemudian melakukan pengejaran.

READ ALSO : IMPARSIAL DESAK OPTIMALKAN PENDEKATAN NONMILITER DALAM PEMBEBASAN PILOT SUSI AIR

Aparat akhirnya dapat menguasai markas KKB serta mengamankan sejumlah barang bukti. (merdeka.com)

Aparat akhirnya dapat menguasai markas KKB serta mengamankan sejumlah barang bukti. “Dari pengejaran, aparat berhasil menguasai markas KKB Numbuk Talenggen dan mengamankan sejumlah barang bukti,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Proabowo, melalui keterangan tertulis, Rabu (16/8/2023). Dari kontak tembak tersebut, ada satu personel TNI mengalami luka tembakan. Benny meyakini, ada tiga anggota KKB terluka dalam kejadian baku tembak.

Kejadian kedua masih di Kabupaten Puncak, namun berada di wilayah berbeda, yaitu Distrik Ilaga, KKB juga melakukan aksi pembakaran terhadap dua rumah dan menara telekomunikasi. “Sekitar pukul 16.37 WIT, asap tebal mulai menyelimuti area karena adanya bangunan yang terbakar. Api kemudian merambat dan merusak tower Telkomsel itu sendiri. Selama insiden ini, satu tembakan diduga dari KKB juga terdengar,” ujar Benny, Rabu (16/8/2023). Mengetahui arah penembakan, personel TNI-Polri yang ada di lokasi kejadian pun melepaskan tembakan balasan. Kontak tembak terjadi selama beberapa saat.

Gangguan keamanan juga terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah pada Selasa (15/8/2023) malam. Dikabarkan bahwa Kantor Distrik Kammu Timur terbakar sekitar pukul 21.00 WIT. “Masyarakat baru lihat itu jam 21.00 WIT, mereka tidak lihat ada siapa-siapa di lokasi kejadian, tempat itu gelap sekali kalau malam,” kata Kapolres Dogiyai Kompol Sarraju saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (16/8/2023).

Sarraju yang sudah meninjau lokasi kejadian mengaku belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran itu akibat ulah manusia atau karena faktor ketidaksengajaan. Namun, ia mengakui bahwa beberapa hari sebelumnya, kerap terjadi aksi penolakan dari sejumlah warga yang keberatan area bangunan tersebut dipasang bendera Merah Putih. “Informasi dari kepala distrik memang begitu, dia sudah sempat beberapa kali pasang bendera tapi ada yang lepas,” kata dia.

Sehari berselang, atau pada Rabu (16/8/2023) aksi kekerasan bersenjata terjadi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan yang menewaskan 2 ASN dan satu warga.  Menanggapi serangkaian aksi di beberapa wilayah, Fakhiri pun menyatakan upacara perayaan HUT RI harus tetap dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Papua.

“Saya sudah sampaikan kepada para Kapolres untuk tetap jaga dan pelaksanaan upacara bendera di semua kabupaten yang ada di wilayah hukum Polda Papua harus tetap dilaksanakan,” ujarnya di Jayapura, Rabu malam.

READ ALSO : PERTIKAIAN INTERNAL OPM ANTARA SEBBY SAMBOM DAN JEFRREY BOBANAK MAKIN MERUNCING

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments