Kamis, Mei 30, 2024
BerandaHOMEALASAN KESEHATAN PHILIPS MARK MEHRTEN, APARAT KEAMANAN MINTA SEGERA DIBEBASKAN

ALASAN KESEHATAN PHILIPS MARK MEHRTEN, APARAT KEAMANAN MINTA SEGERA DIBEBASKAN

PAPUAtabloid nusantara” Upaya pembebasan Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens yang disandera kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya sudah memasuki waktu lima bulan. Negosiasi yang dilakukan pemerintah daerah setempat dengan melibatkan berbagai pihak sampai saat ini belum menunjukkan titik terang.

Bahkan saat ini, kondisi negoisasi berada pada fase titik terendah dan memburuk karena pimpinan KKB Egianus Kogoya merasa tersinggung akibat pernyataan Polri yang menuduh Egianus meminta uang sebesar 5 miliar sebagai tebusan untuk membebaskan pilot Susi Air.

READ ALSO : PENYANDERAAN OLEH KKB ADALAH PELANGGARAN SERIUS HUKUM INTERNASIONAL

Pasca beredarnya video bantahan Egianus Kogoya tentang permintaan uang tebusan sebesar 5 miliar, untuk membebaskan pilot Susi Air, banyak pihak mempertanyakan kondisi kesehatan dan keberadaan Philips Mark Mehrten. Dalam video yang berdurasi 2 menit tersebut tidak nampak sosok Philips yang biasanya selalu dipertontonkan ketika Egianus Kogoya menyatakan tuntutannya.

Apakah Pilot Mark Mehrten dalam kondisi sakit ?. Pertanyaan tersebut patut dipertanyakan mengingat 5 bulan terakhir, KKB selalu berpindah-pindah dan hidup di hutan belantara dengan cuaca yang cukup ekstrem, karena hutan Papua cukup kejam bagi warga sipil seperti Mark Mehrten yang tidak terbiasa hidup di alam terbuka.

Informasi terakhir dari Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo menyatakan bahwa pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Merthens, diperkirakan masih berada di wilayah Nduga Papua. Sementara diketahui bahwa Bentang alam Kabupaten Nduga berada di hamparan Lembah Baliem, sebuah lembah aluvial yang terbentang pada areal ketinggian 1500–2000 m di atas permukaan laut. Temperatur udara bervariasi antara 14,5 derajat Celcius sampai dengan 24,5 derajat Celcius.

Kondisi Nduga yang ekstrem harus dihadapi oleh Mark Mehrten. Kesehatan pilot bisa saja terganggu akibat lingkungan di hutan yang bersuhu dingin. Ditambah lagi, ia sering dipaksa berpindah tempat karena KKB menghindari buruan aparat keamanan. Ia dipaksa berjalan dengan trek perjalanan yang sangat sulit di daerah gunung dan lembah.

Disisi lain, pencarian dan pergerakan aparat keamanan saat ini mampu mempersempit pergerakan KKB sekaligus menutup jalur logistik mereka. Saat ini mereka hanya mengandalkan bahan makanan hasil hutan dan ladang yang tentunya jauh dari kebutuhan gizi bagi pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut. Terlebih lagi hutan Papua juga terkenal sebagai tempat yang mudah dalam penyebaran malaria. Tentunya asupan gizi yang kurang akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dan menyebabkan rentan terhadap berbagai penyakit termasuk malaria.

READ ALSO : KOMNAS HAM MENGAKU TIDAK TAHU ADANYA PERMINTAAN MENJADI NEGOSIATOR PEMBEBASAN PILOT SUSI AIR

Kondisi kesehatan Mark Mehrten juga menjadi sangat rentan karena selama disandera selalu dalam tekanan psikologis untuk mengikuti kemauan Egianus dan kelompoknya. Belum lagi secara psikologis dirinya mempunyai tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga yang harus memikirkan keluarganya sementara nasibnya belum jelas sampai saat ini membuat kesehatan mentalnya terganggu. Kesehatan mental yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik. Walaupun kelihatannya pikiran hanya ada dalam benak saja, nyatanya pikiran yang mengganggu bisa memengaruhi fungsi-fungsi tubuh yang lainnya. Akibatnya, Mark Mehrten ayah satu anak ini pun rentan mengalami berbagai kondisi medis tertentu.

Dari berbagai kenyataan yang dialami Philips Mark Mehrten tersebut, setidaknya dengan alasan diatas kesehatannya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Alasan kesehatan pilot inilah yang mendorong TNI/Polri meminta segera pilot dibebaskan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments