Rabu, Juni 12, 2024
BerandaBUDAYAWARISAN LELUHUR, ALAT MUSIK GAMELAN MASUK DAFTAR UNESCO

WARISAN LELUHUR, ALAT MUSIK GAMELAN MASUK DAFTAR UNESCO

JAKARTA, “TABLOIDNUSANTARA.COM” – Warisan budaya milik bangsa Indonesia, secara resmi masuk dan di akui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Pengakui ini, terungkap pada Sidang Ke-16 Komite Penyelamatan Warisan Budaya Takbenda (Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage) di Paris, Prancis, Rabu (15/12/2021) waktu setempat.

Dalam kegiatan tersebut gamelan dimasukkan ke dalam daftar Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO. Gamelan resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia ke-12 asal Indonesia.

Sejumlah warga mancanegara mempelajari Gamelan yang merupakan alat musik dari Jawa. (https://www.asu.edu/)

BACA JUGA :

MENGENAL LEBIH DEKAT KEUNIKAN BUDAYA DAN TRADISI KAMPUNG NAGA

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan kegembiraan dan rasa bangga atas capaian di bidang kebudayaan yang diperjuangkan sejak 2019 tersebut. “Ini adalah capaian kita sebagai bangsa Indonesia yang tumbuh dalam keragaman budaya.

Nadiem memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pelestarian gamelan yang dilakukan berbagai pihak sejak lama. “Terima kasih kepada para pelaku budaya tradisi, khususnya pegiat gamelan yang terus semangat melestarikan dan memajukan kebudayaan Nusantara,” tuturnya.

“Kini gamelan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia dan terus diwariskan dari generasi ke generasi sampai hari ini. “Tegasnya.

“Pemerintah daerah juga turut aktif mendukung upaya pelestarian gamelan melalui berbagai program seperti fasilitasi penyediaan gamelan, gamelan masuk sekolah, festival gamelan, kompetisi, pawai, pertunjukan dan pelatihan gamelan.

BACA JUGA :

MENGENAL TRADISI SENI UKIR YANG TERKENAL DI DUNIA ‘SUKU ASMAT’

Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mencatatkan 11 WBTB Dunia UNESCO, antara lain, wayang (2008), keris (2008), batik (2009), pendidikan dan pelatihan membatik (2009). Lalu ada angklung (2010), tari saman (2011), noken (2012), tiga genre tari Bali (2015), kapal pinisi (2017), tradisi pencak silat (2019), dan pantun (2020).

Sumber : https://indonesia.go.id/

Tabloid Nusantarahttps://tabloidnusantara.com/
Membuka Wawasan Dan Mencerdaskan
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments