Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaGeneralPEMBEBASAN PILOT SUSI AIR ADALAH MASALAH KEDAULATAN NKRI

PEMBEBASAN PILOT SUSI AIR ADALAH MASALAH KEDAULATAN NKRI

JAKARTA, “tabloidnusantara.com” – Menyimak adanya keinginan dari pihak Selandia baru untuk ikut terlibat langsung dalam upaya membebaskan warganya Kapten Philip Mark Mertens (37) yang disandera pihak KKB selama hampir 4 bulan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menegaskan, pemerintah enggan melibatkan negara lain dalam penyelamatan pilot Susi Air yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Mahfud memastikan, pemerintah terus mengupayakan segala cara untuk menyelamatkan Kapten Philip dari tangan KKB Papua. Meski demikian, Mahfud menegaskan, pemerintah tak ingin melibatkan negara lain dalam penyelamatan Kapten Philip. “Itu ya kami tangani sendiri secara internal kami kebijakannya enggak boleh melibatkan negara lain,” ujar Mahfud dalam acara Rapat Koordinasi Nasional ‘Sinergisitas Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Politik Dan Keamanan untuk menyukseskan Pemilu Tahun 2024’ di Jakarta Selatan, Senin (29/5/2023).

READ ALSO : KOMNAS HAM KECAM KKB YANG AKAN TEMBAK PILOT SUSI AIR

Pilot Susi Air (KKB)

Mahfud menegaskan, apa pun taruhannya, pemerintah tidak ingin kasus ini ditangani oleh pihak luar, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Apapun taruhannya tidak boleh masuk dunia internasional di situ. Karena kalau itu diiyakan, nanti akan merembet tuh ke PBB ternyata ada ini ada itu,” ujar dia.

Hal serupa juga disampaikan oleh Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie bahwa, masih ada upaya yang dilakukan oleh beberapa negara yang berkepentingan dengan Papua mencari celah dengan berbagai alasan untuk ikur campur tangani berbagai konflik yang terjadi di Papua, “Saya melihat kecenderungan ke arah itu, mereka mencari-cari alasan untuk masuk ke Papua, ini tidak boleh terjadi, ini masalah kedaulatan Negara Republik Indonesia, tidak ada alasan apapun mereka untuk ikut campur di wilayah kita, kita meyakini TNI-Polri masih mampu menangani persoalan ini” pungkas Connie.

Terkait dengan upaya pembebasan sandera Pilot Susi Air, pihak TNI telah melakukan berbagai langkah, sebagaimana pernyataan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan, mengatakan bahwa pembebasan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua akan mengedepankan komunikasi. Langkah ini dilakukan demi menghindari pertumpahan darah imbas operasi pembebasan tersebut.  “Memang benar saat ini pembebasan sandera berkebangsaan Selandia Baru lebih mengedepankan komunikasi,” kata Mayjen TNI Izak Pangemanan, Kamis (25/5/2023).

READ ALSO : MAHFUD MD: TIDAK ADA NEGOISASI POLITIK, BERANTAS YANG INGIN AMBIL SECUILPUN DARI NKRI

Sejalan dengan itu Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan bahwa pada  prinsipnya TNI akan selalu mengedepankan cara-cara persuasif daripada  menggunakan cara kekerasan dalam pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Methrtens. Yudo khawatir KKB malah menjadikan warga di Papua menjadi tameng ketika berperang. “Saya tidak mau menggunakan cara perang. Nanti akibatnya penduduk yang jadi korban digunakan mereka sebagai tameng,” jelas Panglima TNI. Untuk itu TNI lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pembebasan pilot Susi Air pihaknya lebih mengedepan pendekatan soft approach dalam bertindak. “Operasi pembebasan pilot Susi Air jangan sampai malah membuat nyawa masyarakat hingga tokoh setempat menjadi korban, utamakan keselamatan jiwa masyarakat dan juga tokoh-tokoh masyarakat, agama serta  pemerintah daerah,” tutur Yudo.

Dapat dipastikan bahwa pemerintah Indonesia akan tetap melakukan berbagai upaya untuk melakukan pembebasan Pilot Susi Air tanpa adanya keterlibaan pihak asing dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, melakukan pendekatan dengan berbagai pihak di Papua guna menghindari jatuhnya korban dari masyarakat. Masalah pembebasan dan penyelamatan pilot Susi Air yang di sandera KKB Papua adalah masalah internal Indonesia dan tidak perlu melibatkan Negara lain karena menyangkut kedaulatan Negara Republik Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments