Sabtu, Mei 25, 2024
BerandaINTERNASIONALKKB EGIANUS KOGOYA DAN YOTAM BUGIANGGE TERPECAH, MASYARAKAT JADI KORBAN TEROR

KKB EGIANUS KOGOYA DAN YOTAM BUGIANGGE TERPECAH, MASYARAKAT JADI KORBAN TEROR

JAKARTA, “tabloidnusantara.com” – Frekuensi gangguan keamanan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan seakan tak pernah berhenti. Aksi teror yang sangat meresahkan masyarakat disinyalir dilakukan oleh dua kelompok yang berbeda yaitu KKB pimpinan Egianus Kogoya dan KKB pimpinan Yotam Bugiangge. Disinyalir kedua kelompok ini terpecah dan masing-masing unjuk kekuatan karena mempunyai tujuan yang berbeda.

Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen menyebutkan bahwa aksi teror yang dilakukan Yotam dan kelompoknya, tidak terkait langsung dengan aksi teror yang dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya. “Antara Yotam dan Egianus ini dua kelompok berbeda walau mereka pernah melakukan aksi bersama pada Juli 2022 lalu,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (1/6/2023).

Menurut Rio, aksi teror dilakukan Yotam, merupakan bentuk dari persaingan antar dua kelompok karena Egianus selama beberapa bulan terakhir banyak menyita perhatian publik. Karenanya, Yotam yang sempat pergi ke Yahukimo dan kembali ke Nduga, kemudian merasa harus membuat sesuatu untuk menyatakan bahwa mereka adalah kelompok lain yang juga memiliki kekuatan. “Bisa dibilang persaingan dan kelompoknya Yotam mau mengaktualisasikan diri bahwa kelompok dia masih aktif,” kata Rio.

READ ALSO : MEGAWATI : TURUNKAN BEBERAPA BATALYON UNTUK SELESAIKAN KONFLIK PAPUA

Persaingan Egianus Kogoya dan Yotam Bugiangge (jambi.tribunnews.com)

Dari data yang didapat kekuatan kedua kelompok, KKB pimpinan Egianus Kogoya memiliki lebih banyak pengikut dan persenjataan. Namun Yotam saat ini juga mencoba membangun hal yang sama dengan merekrut anggota baru dari Yahukimo.“Kalau persenjataannya Yotam dari dua kali kontak tembak di Nogolait kemarin, yang termonitor oleh personel kita terdapat empat pucuk tapi kita yakin jumlahnya lebih dari itu karena kelompok Yahukimo juga sudah gabung dengan mereka,” jelas Rio.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa  KKB pimpinan Egianus Kogoya melakukan aksi pembakaran pesawat Susi Air di Lapangan Terbang Paro dan menyandera pilotnya sejak 7 Februari 2023. Sejak saat itu, kelompok tersebut tersebut terus berpindah-pindah. Kemudian, pada 15 April 2023, Egianus Kogoya dan kelompoknya menyerang pos TNI di Distrik Mugi dan mengakibatkan lima personel TNI gugur. Selain itu, mereka juga merampas sembilan pucuk senjata api dan sejumlah amunisi serta beberapa peralatan komunikasi.

Kemudian pada 26 Mei 2023, KKB pimpinan Yotam Bugiangge menembaki rombongan aparat TNI-Polri yang sedang patroli ddi Kampung Nogolait dan menyebabkan terjadinya kontak tembak. Aksi yang sama kembali terjadi pada 29 Mei 2023 dan mengakibatkan 162 warga Kampung Nogolait memilih untuk mengamankan diri ke dalam Kota Kenyam.

READ ALSO : TUNTUT ANGGOTANYA DIBEBASKAN, KKB TEBAR ANCAMAN DI YAPEN

Akibat aksi teror kedua kelompok tersebut masyarakat di sekitar terjadinya peristiwa menjadi cemas dan takut. Mereka menjadi korban dari aksi-aksi teror KKB dan berpotensi menjadi pelaku pelanggaran HAM karena mengancam keselamatan warga sipil. Kekerasan yang mereka timbulkan sangat merugikan percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah setempat. Pembangunan infrastruktur yang direncanakan oleh pemerintah menjadi terhambat bahkan terhenti akibat tidak ada jaminan keamanan dalam aksi-aksi teror yang sering terjadi.

Kondisi yang memprihatinkan juga akan berdampak kepada pertumbuhan tingkat ekonomi dan pendapatan masyarakat akan rendah karena tidak ada satupun mata pencaharian yang dapat masyarakat lakukan. Potensi meningkatnya angka kemiskinan di wilayah terjadinya konflik semakin besar dan secara otomatis masyarakat lebih menderita. Belum lagi terhambatnya proses belajar mengajar di sekolah menjadi terhenti akibat tidak adanya tenaga pengajar yang berani melakukan aktivitasnya mengajar. Masa depan generasi muda yang disiapkan untuk membangun Papua semakin jauh dari harapan yang diinginkan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments