Selasa, April 16, 2024
BerandaBENCANA ALAMENAM WARGA PAPUA JADI KORBAN, PEMERINTAH INGATKAN PEMDA UNTUK SERIUS HADAPI EL-NINO

ENAM WARGA PAPUA JADI KORBAN, PEMERINTAH INGATKAN PEMDA UNTUK SERIUS HADAPI EL-NINO

JAKARTA, “tabloidnusantara.com” – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan kepada seluruh pemerintahan daerah untuk serius menghadapi fenomena el-nino yang sudah mulai masuk ke Indonesia. Dampak el-nino sudah mulai dirasakan di beberapa daerah dan menimbulkan korban jiwa. Salah satunya adalah di Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Sebanyak enam orang menjadi korban cuaca kekeringan ekstrem itu dan satu di antaranya anak-anak usai mengeluh lemas, diare, panas dalam, dan sakit kepala.

“Poin pentingnya adalah kekeringan itu terjadi betul. Ini perlu kita dapat masukan sehingga daerah-daerah bisa paham seperti apa dan apa dampaknya yang bisa dilakukan,” kata Tito dalam acara Penyerahan Insentif Fiskal Kinerja Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (31/7/2023).

READ ALSO : PEMERINTAH MAKSIMALKAN SEMUA UPAYA UNTUK BEBASKAN PILOT SUSI AIR

Menurutnya permasalahan di Papua Tengah itu dipicu oleh fenomena el-nino yang membuat kekeringan ekstrem berdampak pada gagal panen dan mempengaruhi ketahanan pangan daerahnya. Pasokan supply dari luar daerahnya pun terganggu akibat keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. “Ini tidak main-main, sudah terjadi di Kabupaten Puncak. Di sana terjadi kekeringan, gagal panen, dan enam warga meninggal di sana, ucap Tito. Pihaknya telah mengecek kebenaran dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah tentang bencana ini. Tito juga mengakui bahwa supply bantuan kemanusiaan harus melalui jalur udara dan terdapat KKB yang dapat mengancam keamanannya.

Bencana kekeringan melanda tiga distrik di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah yaitu di Distrik Agandugume, Distrik Lambewi dan Distrik Oneri. (antaranews)

Oleh sebab itu, ia mengaku telah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh gereja di sana dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya demi menjamin pasokan pangan dan kebutuhan lainnya di daerah itu. Kini menurut Tito, pasokan sudah bisa masuk ke sana dan permasalahan ketahanan pangannya sudah bisa diatasi.

READ ALSO : JOKOWI AKUI ISU KEAMANAN JADI HAMBATAN ATASI DAMPAK BENCANA KEKERINGAN DI PAPUA

Namun, ia mengingatkan, permasalahan ini telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Ia diajak Jokowi untuk rapat terbatas untuk menghadapi persoalan el-nino dan diminta untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan BMKG, pemerintah pusat dan Bank Indonesia dalam tim pengendalian inflasi.

“Dua minggu lalu kita ratas dengan Pak Presiden khusus masalah dampak el-nino, khususnya terhadap ketahanan pangan. Berdasarkan pemaparannya, Kementerian Sosial telah mencatat bahwa 7.500 jiwa telah terdampak kekeringan imbas fenomena el-nino dan memicu gagal panen. Badai el-nino ini telah terjadi sejak awal Juni 2023. Lumbung penyimpanan bahan pangan pun telah mereka siapkan.

READ ALSO  : BIKIN GADUH, SABBY SAMBOM NYATAKAN TPNPB BERTANGGUNG JAWAB PENEMBAKAN INTELEJEN INDONESIA

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments