Senin, Mei 27, 2024
BerandaHANKAMEGIANUS SIAP PERANG, PANGDAM XVII/CENDERAWASIH NYATAKAN TAK ADA ANCAMAN

EGIANUS SIAP PERANG, PANGDAM XVII/CENDERAWASIH NYATAKAN TAK ADA ANCAMAN

PAPUA, Tabloidnusantara.com” – Panglima TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma, Egianus Kogoya, lewat Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom merilis bahwa pihaknya telah diserang TNI-Polri pada 5 dan 6 September 2023, di Markas Batalyon Alguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Jumat (8/9/2023).

Markas Batalyon Alguru merupakan salah satu markas milik TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, di bawah pimpinan Egianus Kogoya. Namun menurutnya meski diserang TNI-Polri, TPNPB Kodap III tetap bertahan dan melakukan serangan balik.

Pihak TNI-Polri menggunakan 2 helikopter telah melakukan penyisiran di markas Batalion Alguru sampai Abeakbut. Mereka juga melakukan penyisiran menggunakan jalan darat dari Kenyam, Kabupaten Nduga. “Kami TPNPB Kodap III tidak mundur. Kami melakukan serangan balik terhadap 2 helikoper itu, sehingga mereka menarik serangan mereka,” kata dia.

“READ ALSO” : ASUMSI BILA PILOT SUSI AIR DIBEBASKAN, TNI SIAP JEMPUT DI SEMUA LOKASI

TNI-Polri menggunakan 2 helikopter telah melakukan penyisiran di markas Batalion Alguru sampai Abeakbut. (dok ilustrasi : tribune)

Sementara pada 6 September 2023, Egianus Kogoya menyebutkan, penyerangan oleh TNI-Polri pada pukul 09.00 WIT dan juga dilakukan melalui udara. “Tanggal 6 september 2023, mereka melakukan serangan ulang pada jam 09.00 waktu Papua Barat, dengan 2 pemburu dari atas udara. Serangan dari jam 09.00 sampai jam 12.00 siang,” ungkapnya.

Egianus menyampaikan bahwa penyerangan yang dilakukan TNI-Polri pada hari itu menggunakan kekuatan alat canggih. Egianus tidak menyebutkan secara pasti alat canggih tersebut. “Penyerangan siang ini memang saya melihat mereka menggunakan kekuatan alat canggih full. Namun, saya dengan pasukan saya sedikit pun tidak mundur,” tandasnya. Egianus menegaskan bahwa TPNPB Kodap III Ndugama Derakma akan terus melawan TNI-Polri hingga Papua merdeka.

Dalam peristiwa kontak tembak selama dua hari ini, Egianus mengklaim tidak ada korban jiwa dari pihaknya. “Saya dengan pasukan saya semua aman, tidak ada yang kena. Namun, pihak mereka TNI-Polri gabungan kena atau tidak, kami belum pastikan,” kata dia.

Lebih lanjut Egianus mempersilakan TNI-Polri melakukan operasi di Hutan Alguru hingga ke Kali Abeak. Dia juga berpesan agar warga tidak lalu lalang, dan mengancam akan menembak warga. “Pesan kembali kepada masyarakat Nduga bahwa tidak lalu lalang di wilayah Batas Batu, Kindibam, Kali Kenyam karena kami sudah mengetahui yang bawa muka pihak TNI-Polri gabungan adalah orang Nduga. Maka kami tidak kompromi, (kami) akan tembak (jika) ketemu di area yang kami sebutkan,” pungkasnya.

“READ ALSO” : DEMI KEUTUHAN NKRI, TNI-POLRI BUKTIKAN PENGABDIAN DI PAPUA

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan menyebutkan, sejauh ini situasi dan kondisi di Kabupaten Nduga masih aman dan tidak ada amcaman dari KSTP. (dok : antara)

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan menyebutkan, sejauh ini situasi dan kondisi di Kabupaten Nduga masih aman.  “Situasi kan aman, tidak ada apa-apa, ya. Ditandai masyarakat juga baik, semua aktivitas juga tidak ada yang terganggu. Artinya aman semua,” ujarnya saat berkunjung ke Timika, Papua Tengah, Jumat (8/9/2023).

Saat ditanya perihal ancaman Egianus Kogoya dan pasukannya yang akan menyerang Kota Kenyam, Izak menegaskan, hal itu tidak benar. “Ah gak ada, Egianus tidak pernah memberikan ancaman. Tidak ada, (ancaman) itu tidak ada,” tuturnya.

Sebelumnya, TPNPB-OPM mengklaim telah menewaskan tiga aparat dan melukai sembilan pendulang emas di Kali Merah, Distrik Awimbon, wilayah perbatasan Yahukimo dan Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua Pegunungan, pada Minggu (27/8/2023) lalu. Melalui siaran pers yang disebarluaskan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, disebutkan bahwa aksi penyerangan itu dilakukan oleh pasukan TPNPB wilayah Korowai atau pasukan Bocor Sobolim.

“READ ALSO ” : PILOT SUSI AIR BERPELUANG DIBEBASKAN KSTP PIMPINAN EGIANUS KOGOYA

KSTP melakukan pembantaian di camp tambang ilegal yang menewaskan dua warga sipil dan 5 orang mengalami luka kritis di bagian tubuh. (kumparan)

“Secara komando, Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Panglima Bridgen Ekius Kobak dan pasukannya bertanggung jawab, dan secara nasional, Panglima Tertinggi Gen Goliat Naaman Tabuni dan Manajernya bertanggung jawab,” ujar Sebby.

Bocor bersama pasukannya melakukan penyerangan ke area Kali Merah selama satu jam, hingga pukul 13.00 waktu setempat.  Mereka juga membunuh aktivis sosial yang merupakan perempuan asli Papua, Michelle Kurisi.

“READ ALSO” : WUJUD PENEGAKAN HUKUM, APARAT TANGKAP LIMA PELAKU PEMBAKARAN KANTOR DISTRIK KRAMOMONGGA

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments