Senin, Mei 27, 2024
BerandaHANKAMKAPUSPEN TNI: OPERASI PENYELAMATAN PILOT SUSI AIR TETAP BERJALAN SESUAI RENCANA

KAPUSPEN TNI: OPERASI PENYELAMATAN PILOT SUSI AIR TETAP BERJALAN SESUAI RENCANA

JAKARTA,  “tabloidnusantara.com” – Beberapa waktu yang lalu viral sebuah video yang berisi ancaman sanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Ancaman tersebut berisikan tentang pembunuhan sanderaan, termasuk pilot Susi Air. Disebutkan jika kelompok pimpinan Egianus Kogoya itu akan membunuh sanderaan dalam waktu dua bulan pada Mei lalu.

Kemudian atas kabar tersebut, tim Satgas Ops Damai Cartenz secara cermat mengambil langkah dengan penuh kehati-hatian. Pasukan gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri saat ini tengah menjalankan operasi penyelamatan pilot Susi Air Kapten Philips Max Mehrtens sebelum batas waktu ancaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) habis.

READ ALSO : WUJUD PENEGAKAN HUKUM INDONESIA TERHADAP PETINGGI KST PAPUA

Menyikapi kondisi tersebut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono mengatakan operasi masih berjalan sesuai rencana. Julius tidak merinci operasi yang dimaksud. “Operasi tetap berjalan sesuai rencana. Semua metode dijalankan, smart approach dan siaga tempur,” kata Julius saat dihubungi Tempo, Rabu, 21 Juni 2023.

Pencarian Pilot Susi Air Philips Mark Mehrten emggunakan semua sarana. (liputan6.com)

Sementara itu sebelumnya Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan bahwa aparat akan berusaha menyelamatkan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan tidak menimbulkan korban jiwa masyarakat. Hal itu disampaikan Yudo merespons video pengakuan Philip yang menyebut KKB akan menembaknya jika tidak ada negosiasi dalam dua bulan ke depan.

“Kita tidak bisa menjelaskan secara detail taktik strategi kita, tentunya kita berusaha untuk menyelamatkan, tetap berusaha menyelamatkan pilot dengan tidak menimbulkan korban jiwa baik dari masyarakat,” kata Yudo ketika ditanya wartawan di sela Rapat Koordinasi Sinergisitas Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Politik Dan Keamanan untuk menyukseskan Pemilu Tahun 2024 di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (29/5).

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengatakan belum memutuskan apakah pihaknya akan benar-benar menembak Kapten Philips jika batas waktu dua bulan habis. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu respons pemerintah RI. Namun apabila tidak mendapat respons, TPNPB OPM belum menentukan langkah berikutnya karena masih menunggu kondisi di lapangan. “Kami belum pastikan karena pendirian TPNPB di medan perang tidak sama dengan kami di manajemen markas pusat Komnas TPNPB,” kata Sebby kepada Tempo.

READ ALSO : KEBIADABAN KKB PAPUA MERUPAKAN ANCAMAN TERHADAP KEADILAN SOSIAL DAN HAK ASASI MANUSI

Sebelumnya, OPM mengirim ancaman yang disampaikan oleh Philips Max Mehrtens dalam pesan video pada Jumat, 27 Mei 2023. Dalam video tersebut, tampak Philips diapit oleh Egianus Kogoya dan pasukannya. Video tersebut dikirim oleh juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom. “Militer Papua kasih dua bulan lagi untuk semua negara yang lain untuk bicara dengan Indonesia untuk Papua merdeka. Kalau sudah dua bulan dan mereka tidak bicara dengan Papua, mereka akan tembak saya,” kata Philips dalam video.

KKB sandera pilot Susi Air. (viva.co.id)

Sementara itu, Egianus Kogoya yang merupakan Panglima TPNPB KODAP III Derakma Ndugama, berbicara dalam video setelah Philips. Ia mengancam negara-negara lain untuk memaksa Indonesia untuk mengakui kemerdekaan OPM. Ia mengatakan apabila hal itu tidak dilakukan, maka mereka akan menembak Philips. “Kalau dari negara tidak todong ke Indonesia terus Indonesia tidak mengaku, berarti dua bulan itu lewat, maka kami akan tembak pilot,” kata Kogoya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments