JAKARTA, “ tabloidnusantara.com” –, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bagi pembentukan ekosistem hilirisasi sebagai syarat utama bagi para pengusaha di sektor pertambangan untuk memperpanjang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).
Bahlil menjelaskan persyaratan tersebut ditetapkan pihaknya guna mendukung keinginan Presiden Prabowo untuk melakukan hilirisasi sumber daya alam guna meningkat nilai tambah domestik sehingga bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen.
“Syarat utama PKP2B, kita lakukan perpanjangan, salah satu syaratnya adalah harus membangun hilirisasi,” ujar Bahlil di Jakarta, Senin (25/11)
Ia mengatakan persyaratan tersebut bertujuan untuk mendiversifikasi pendapatan Indonesia agar tidak terlalu mengandalkan ekspor komoditas mentah, serta menekan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang masih cukup tinggi.
“LPG kita impor satu tahun itu 6 juta ton, konsumsi LPG kita 8 juta ton per tahun. Industri dalam negeri LPG kita itu hanya 1,6 sampai 1,8 juta ton, sisanya ya impor. Kita mau bikin gas, gasnya harus C3, C4, dan di Indonesia itu sedikit,” katanya.

Bahlil juga menambahkan untuk membantu mewujudkan target pertumbuhan ekonomi dari Presiden Prabowo, pemerintah sudah menyiapkan peta jalan (roadmap) 28 komoditas utama hilirisasi yang 91 persen di antaranya berada di lingkup Kementerian ESDM, dan membutuhkan realisasi investasi sebesar 618 miliar dolar AS hingga tahun 2040.
“Dari 618 miliar dolar AS itu sekitar 91 persen ada di kementerian ESDM,” katanya.























FESTIVAL BANDENG RAWA BELONG SONGSONG LIMA ABAD KOTA JAKARTA
MENDAGRI KE PASAR INDUK TANGERANG, MESKI INFLASI DAYA BELI MASYARAKAT TETAP TERJAGA
KPMI WADAHI PELAKU UMKM DI INDUSTRI HALAL DENGAN PAMERAN DI JCC SENAYAN
BPH MIGAS BUKA POSKO NATAL DAN TAHUN BARU, HINGGA 20 HARI KEDEPAN
JELANG NATARU, TKP2MO BLITAR SIDAK MAKANAN DAN MINUMAN
PELABUHAN TANJUNG PRIOK RESMI BERLAKUKAN ALAT PEMINDAI PETI KEMAS CANGGIH
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI