Sementara itu Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkapkan bahwa pihaknya enggan untuk melaksanakan operasi militer dalam upaya pembebasan Kapten Philip Mark Mehrtens, pilot Susi Air yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Menurut Yudo Margono, keselamatan masyarakat sipil yang utama sehingga pihaknya mengedepankan tindakan persuasif, yakni dialog melalui tokoh masyarakat setempat.
“Upaya pembebasan dilaksanakan oleh tokoh-tokoh agama, masyarakat, maupun Pj Bupati di sana. Karena kalau kita mengutamakan dengan operasi, kita laksanakan dengan operasi militer tentunya akan banyak berdampak negatif terhadap keselamatan masyarakat. Sehingga kita harus berhati-hati sekali dalam melaksanakan penyelamatan pilot ini,” kata Yudo Margono usai membuka Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 di Dermaga Hatta Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/6/2023)























INI PESAN PANGLIMA TNI KEPADA ANGKATAN 33 SMA TARUNA NUSANTARA YANG BARU DIKUKUHKAN
TPNPB-OPM NYATAKAN PERANG DENGAN TNI
BANTU BENCANA ALAM MYANMAR, TNI KIRIM PASUKAN DAN LOGISTIK AKSI KEMANUSIAAN
SATGAS PAMTAS RI-PNG TEMUKAN LADANG GANJA SAAT PATROLI
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI