Tidak jarang mereka harus menaiki helikopter ke satu titik tertentu dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan Egianus dan sang pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut. “Yang menjadi tantangan utama adalah medan yang demikan terisolasi dan juga memang yang cukup luar biasa karena untuk menjangkaunya dibutuhkan sarana prasarana yang spesifik, ini yang sesungguhnya menyulitkan,” tuturnya.
Seperti diketahui bahwa Egianus Kogoya dan kelompoknya melakukan aksi pembakaran pesawat Susi Air di Lapangan Terbang Distrik Paro, Nduga, pada 7 Februari 2023. Egianus selama 5 bulan hingga saat ini masih menyandera pilot dari pesawat tersebut, yaitu Kapten Philip Mark Mertens (37) yang berkewarganegaraan Selandia Baru. Setelah Satgas Damai Cartenz masuk ke Distrik Paro pada 14 Februari 2023, dipastikan Egianus dan kelompoknya sudah tidak berada di lokasi tersebut. Selain itu, wilayah Distrik Paro sudah dalam keadaan kosong karena warganya mengungsi ke Distrik Kenyam.
























TPNPB-OPM NYATAKAN PERANG DENGAN TNI
BANTU BENCANA ALAM MYANMAR, TNI KIRIM PASUKAN DAN LOGISTIK AKSI KEMANUSIAAN
BUPATI YAHUKIMO : SERANGAN KKB SANGAT BRUTAL DAN TAK BERPRIKEMANUSIAAN
PETUGAS GABUNGAN LAKUKAN EVAKUASI JENAZAH GURU DAN KORBAN LUKA AKIBAT SERANGAN KKB
KKB KEMBALI SERANG WARGA, 1 ORANG GURU MENINGGAL DUNIA
RUU TNI DISAHKAN JADI UNDANG-UNDANG
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI