Danyonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, Letkol (Inf) Subandi, S.E. M.I.P kepada Koranpapua.id melalui rilisnya mengatakan, untuk keamanan dan kenyamanan semua proses pengungsian langsung dikawal anggota Kostrad bersama Polri yang bertugas di wilayah itu. “Situasi kampung Kroptak, Distrik Krapkuri kurang kondusif, ada gangguan keamanan oleh OTK ( orang tidak dikenal ). Warga terpaksa mengungsi ke Kenyam,”ujar Subandi.
READ ALSO : PASCA DIANCAM DITEMBAK KKB 1 JULI, APARAT KEAMANAN BELUM PASTIKAN KONDISI PILOT SUSI AIR
“Kami bersama Satgas gabungan TNI-Polri berkomitmen bersama-sama menciptakan kondisi aman untuk masyarakat Nduga,” tandas Subadi. TNI dan Polri saat ini bersiaga dan selalu siap dalam menghadapi ancaman oleh kelompok separatis yang mengganggu keamanan wilayah Nduga.
Ia menjelaskan puluhan warga yang mengungsi tiba di Kenyam dengan aman. Sesampai di Kenyam, Polres Nduga langsung memberikan pengecekan kondisi kesehatan. Dilanjutkan dengan pemberian makan dan minum serta menyiapkan tempat tinggal.
Belum bisa dipastikan kapan warga pengungsi ini kembali ke rumah mereka, karena situasi keamanan kampung mereka belum kondusif. “ Nanti setelah situasi terkendali baru kembali. TNI dan Polri akan berupaya memberikan yang terbaik buat mereka,” ujar Subadi.
READ ALSO : AKIBAT SERANGAN KKB, 17 JIWA MELAYANG SELAMA ENAM BULAN TERAKHIR























TPNPB-OPM NYATAKAN PERANG DENGAN TNI
BANTU BENCANA ALAM MYANMAR, TNI KIRIM PASUKAN DAN LOGISTIK AKSI KEMANUSIAAN
BUPATI YAHUKIMO : SERANGAN KKB SANGAT BRUTAL DAN TAK BERPRIKEMANUSIAAN
PETUGAS GABUNGAN LAKUKAN EVAKUASI JENAZAH GURU DAN KORBAN LUKA AKIBAT SERANGAN KKB
KKB KEMBALI SERANG WARGA, 1 ORANG GURU MENINGGAL DUNIA
RUU TNI DISAHKAN JADI UNDANG-UNDANG
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI