Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PEMPROV PATOK TARIF VELDROME–MANGGARAI SEBESAR RP5.000

JAKARTA, tabloidnusantara. DKI Jakarta akan segera punya jalur LRT baru yang memotong langsung kawasan padat di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif untuk rute Velodrome–Manggarai ditetapkan sebesar Rp5.000 secara flat begitu layanan resmi dibuka untuk umum. Pengumuman itu disampaikan di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (31/8).

Sebelum hari peresmian tiba, Pemprov DKI menyiapkan skema berbeda. Warga yang ingin mencoba lebih dulu akan dikenai tarif khusus uji coba sebesar Rp8.000.

Pramono menyebut Peraturan Gubernur untuk skema ini sedang dikebut agar bisa segera diberlakukan. Tujuannya sederhana, memperkenalkan jalur baru secara langsung di lapangan dan memberi ruang bagi masyarakat merasakan LRT sebelum beroperasi penuh.

Jadwal pembukaan sendiri masih digodok bersama pemerintah pusat. Semula rute ini direncanakan diresmikan pada Rabu 26 Agustus 2026, namun ditunda karena masih ada penyempurnaan fasilitas.

Begitu pita peresmian dipotong, tarif yang berlaku langsung kembali ke Rp5.000 flat, sama seperti tarif LRT Jakarta yang sudah berjalan selama ini.

Pramono menegaskan angka itu belum final. Pada Oktober mendatang Pemprov akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menghitung kembali besaran tarif yang paling tepat setelah melihat data operasional dan animo penumpang.

Artinya masyarakat masih punya waktu beberapa minggu untuk menikmati tarif perkenalan sebelum ada kemungkinan penyesuaian.

Dorongan di balik kebijakan tarif murah ini bukan sekadar soal harga. Pemprov ingin mengubah kebiasaan mobilitas warga di koridor yang selama ini dikenal macet dan padat. Jalur perpanjangan Velodrome–Manggarai sepanjang 12,2 kilometer akan menambah lima stasiun baru yaitu Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Dengan tambahan itu, LRT Jakarta menyambung ke rute awal Kelapa Gading–Velodrome sepanjang 5,8 kilometer yang sudah beroperasi penuh sejak 1 Desember 2019. Total perjalanan dari ujung ke ujung ditargetkan sekitar 28 menit.

“Ini untuk membuat masyarakat mengetahui dan sekaligus membuat masyarakat tertarik memanfaatkan LRT ini. Karena LRT ini benar-benar nantinya akan mengubah wajah Jakarta karena melintasi di daerah yang padat,” ujar Pramono Kamis (3/8).

Dengan tarif terjangkau dan lintasan yang menembus pusat aktivitas, Pemprov berharap LRT bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama warga Jakarta Timur menuju pusat kota tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.