Pratikno mengungkapkan, korban pengungsi perlu menempati rumah singgah terlebih dahulu sebelum mereka pindah ke hunian tetap, yang saat ini masih dikaji oleh pemerintah.
Setelah peristiwa kebakaran tersebut, setidaknyameluluhlantakkan hampir 600 rumah, lebih dari 1.500 korban saat ini masih mengungsi di posko siaga yang berada di SDN 09 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, sedangkan korban lainnya berada di lapangan serbaguna.
“Pengungsi kan sekarang sudah di SD. Padahal kan SD sebentar lagi sudah akan dipakai. Harus segera dipakai. Diaktifkan. Yang kedua di lapangan. Masyarakat kan enggak bisa berlama di situ,” kata Pratikno.
Sambil memikirkan rumah singgah, pemerintah pusat menginstruksikan agar pelayanan dan bantuan terhadap korban kebakaran terus dilakukan.
Adapun kebakaran yang terjadi pada Selasa (10/12) siang lalu terjadi di pemukiman padat penduduk ini. Akibat kebakaran itu, sebanyak 1.800 jiwa dari 600 KK dan tujuh rukun tetangga (RT) yakni RT 03, 04, 05, 06, 07, 08 dan 09 (tergabung dalam RW 05) terdampak.























PEMKAB LANGKAT BERIKAN BANTUAN KORBAN KEBAKARAN BAHOROK
PEMERINTAH RESMI UMUMKAN LEBARAN IDUL FITRI 1446 H PADA SENIN 31 MARET
GUBERNUR : HARGA DAN STOK BAHAN KEBUTUHAN POKOK DI JAKARTA STABIL DAN TERKENDALI
48 OPD PAPUA BARAT DIMINTA MENGHEMAT ANGGARAN PADA 2025
FESTIVAL BANDENG RAWA BELONG SONGSONG LIMA ABAD KOTA JAKARTA
1 JENAZAH KORBAN KEBAKARAN GLODOK KEMBALI DATANG KE RS POLRI, SAAT INI JUMLAH TOTAL 12 KORBAN
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI