Ahman memastikan pagar bambu yang terletak persis di perairan Pal Jaya itu bertujuan untuk pembangunan alur pelabuhan sebagaimana tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT TRPN.
“Dalam perjanjian kerja sama itu, TRPN menyanggupi penataan kawasan pelabuhan perikanan yaitu Satuan Pelayanan Pangkalan Pendaratan Ikan atau PPI Pal Jaya, Desa Segarajaya,” ucapnya.
Berdasarkan ketentuan kerja sama, masing-masing pihak yang terlibat melaksanakan isi perjanjian dan salah satunya adalah penataan kawasan, termasuk pembangunan alur pelabuhan PPI Paljaya ini.
“Usai adanya kesepakatan tersebut, masing-masing kepentingan kemudian dapat memprosesnya. Kami dari DKP Jabar memiliki visi untuk penataan kawasan pelabuhan sementara dari pihak swasta pengembang atau investor dengan tujuan bisnis bisa berjalan berdampingan,” katanya.
Ahman menilai alur tersebut penting untuk memudahkan akses keluar masuk nelayan dari laut lepas menuju pangkalan pendaratan guna melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan.
Kemudian pada bagian darat akan dibangun tempat pelelangan ikan (TPI) bagi nelayan secara terpusat. Kawasan utara Kabupaten Bekasi ini diproyeksikan menjadi kawasan industri perikanan.























8.016 RUMAH, 10.888 KEPALA KELUARGA TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN SAMBAS
PAGAR BAMBU DI LAUT TANGERANG MELANGGAR ATURAN
MANAGEMENT PIK 2 BUKA SUARA DAN TANGGAPI TENTANG PAGAR BAMBU LAUT
JALAN RUSAK TAK KUNJUNG DIPERBAIKI, WARGA GELAR AKSI UNJUK RASA DENGAN TANAM POHON PISANG
BERNIAT MEMBANTU REKAN, 3 ORANG TERJEBAK DALAM SUMUR HINGGA AKHIRNYA SEMUA TAK TERTOLONG SAAT DI EVAKUASI
TERCATAT SEBANYAK 3023 JIWA TERDAMPAK BENCANA DI SUKABUMI
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI