Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PEMERINTAH

MENDES : PEMBANGUNAN KDMP SECARA BERTAHAP, UTAMAKAN KOLABORASI ANTAR KEMENTERIAN

MAKASSAR, tabloidnusantara. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan secara bertahap, termasuk bagi desa yang hingga kini belum memiliki lahan.

Hal itu disampaikan Yandri usai menghadiri Seminar Nasional Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/8).

Menurut Yandri, pemerintah akan mencarikan solusi bagi desa-desa yang belum memiliki lahan agar seluruh wilayah tetap dapat menjalankan program tersebut.

“Termasuk desa yang belum memiliki lahan, kita akan cari solusinya. Jadi memang pelaksanaannya bertahap, tidak sekaligus. Namun kita patut bersyukur karena tahun ini sudah ada sekitar 35.000 koperasi yang dibangun. Itu merupakan capaian yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam waktu kurang dari satu tahun pemerintah telah berhasil membangun sekitar 35.000 gudang koperasi beserta sarana operasionalnya. Setiap gudang dilengkapi dengan dukungan logistik berupa satu truk, satu mobil pikap, dan dua kendaraan operasional.

Selain program koperasi, Yandri juga menyinggung program rehabilitasi sekolah yang saat ini mulai dilaksanakan pemerintah secara bertahap.

Menurutnya, kebutuhan rehabilitasi sekolah secara nasional mencapai lebih dari 20.000 unit. Namun, sesuai arahan Presiden, puluhan ribu sekolah telah mulai direhabilitasi pada tahun ini.

“Memang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Jumlah kebutuhannya lebih dari 20.000 sekolah, tetapi arahan Bapak Presiden, untuk tahun ini sudah dimulai puluhan ribu sekolah yang direhabilitasi,” katanya.

Yandri menegaskan seluruh program pembangunan desa dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan lembaga.

Untuk sektor pendidikan, Kementerian Desa berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara pengembangan desa tematik, seperti desa jagung, desa melon, dan desa semangka, dilakukan bersama Kementerian Pertanian.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kita ini bukan superman, tetapi super team. Jadi Kementerian Desa lebih banyak bekerja dengan pendekatan kolaboratif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat, pemerintah membangun jembatan serta menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Yandri menegaskan arahan Presiden agar seluruh kementerian dan lembaga bekerja secara terpadu dalam menjalankan program pembangunan.

“Ini bukan pekerjaan satu kementerian saja, melainkan kerja kolaboratif,” tutupnya.