Rabu, 21 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
PERISTIWA

KERACUNAN MASSAL MBG DI CIREBON MELUAS, RATUSAN SISWA TUMBANG USAI SANTAP SOP TELUR PUYUH

Bagikan berita:

CIREBON, tabloidnusantara. Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon meluas menjadi keracunan massal. Dari yang awalnya puluhan, kini korban tembus lebih dari 100 orang dan disebut mencapai ratusan anak terdampak.

Data sementara, Selasa (20/10/2026), sekitar 100 siswa dan guru mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, diare hingga sesak napas usai menyantap MBG. Jumlah korban diduga terus bertambah hingga Selasa malam karena siswa masih berdatangan ke rumah sakit diantar orang tua.

Berdasarkan infografis resmi yang beredar, dapur penyedia adalah SPPG KOTA CIREBON HARJAMUKTI KALIJAGA 05 di bawah Yayasan Tri Bakti Pertiwi, dengan Kepala SPPG Andi Rahmat Gea, S.T. Total produksi hari itu 2.555 porsi, terdiri dari 1.581 Porsi Kecil (PK) dan 974 Porsi Besar (PB).

Menu yang dibagikan yakni Nasi, Sop Telur Puyuh, Tempe Oreg, Sayur Kol Wortel dan Buah Kelengkeng. Kandungan gizi tertera: Porsi Kecil 426 Kkal, Porsi Besar 516 Kkal. Paket dibagikan sekitar pukul 08.00 WIB.

Dugaan kuat mengarah pada lauk telur puyuh. Seorang wali murid mengaku anaknya mengeluh rasa telur asam.

“Saya tanya anak habis makan apa, MBG-nya kenapa, apa yang dimakan? Telur. Telurnya kenapa? Asam,” kata Agus, orang tua siswa TK.

Ratusan korban berasal dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Bina Bangsa. Dua guru turut tumbang, salah satunya dikabarkan sesak berat.

“Banyak sekali korban yang diduga keracunan sampai ke lorong-lorong,” kata orang tua siswa di IGD.

Warga Geruduk Dapur MBG

Puncaknya, suasana di sekitar dapur SPPG Kalijaga 05 Jalan Pramuka Pengalang memanas Selasa malam. Warga berbondong-bondong mendatangi dapur dan mendesak agar operasional ditutup karena khawatir kejadian terulang. Aparat gabungan Polres Cirebon Kota dan TNI turun mengamankan lokasi.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan penanganan pasien menjadi prioritas. Pasien dirawat di RS Gunung Jati, RS Cahaya Bunda, RS Siloam, dan RS Ciremai. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang dan tidak ada korban kritis.

Pemerintah juga telah melakukan suspend atau penghentian sementara operasional SPPG Kalijaga 05 sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keamanan pangan.

Sementara itu, kabar yang beredar di WhatsApp bahwa siswa TK Teratai meninggal dunia dipastikan hoaks. Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani turun langsung ke RSD Gunung Jati dan memastikan dari 31 pasien yang dirawat di sana, tidak ada laporan meninggal dunia.

Hingga kini, Dinkes Kota Cirebon masih melakukan pendataan lengkap dan uji sampel makanan.