Rabu, 21 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

SEBARAN ASAP LINTAS BATAS GANGGU JARAK PANDANG BANDARA NOP GOLIAT DEKAI, BMKG INTENSIFKAN PEMANTAUAN CUACA PENERBANGAN

Bagikan berita:

WAMENA, tabloidnusantara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wamena mengintensifkan pemantauan cuaca dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Langkah ini diambil merespons sebaran kabut asap lintas batas (transboundary haze) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bertiup dari kawasan Papua Selatan dan negara tetangga Papua Nugini (PNG).

Pergerakan angin dari arah tenggara membawa material asap pekat yang memicu penurunan drastis jarak pandang horizontal (visibility) di kawasan udara Dekai, sehingga berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran operasional moda transportasi udara di wilayah pegunungan.

Titik api panas di sejumlah daerah Papua.

Prakirawan (Forecaster) BMKG Wamena, Reza Cahyo, menjelaskan bahwa BMKG berkoordinasi secara berkala setiap pagi bersama petugas menara pengawas (Air Traffic Control/ATC) Bandara Nop Goliat Dekai guna memverifikasi laporan visual dan kondisi meteorologi riil penerbangan.

“Dampak kabut asap yang menyelimuti kawasan Dekai terutama disumbangkan oleh pergerakan asap dari titik panas karhutla berskala besar di wilayah Papua Selatan dan PNG yang terbawa angin ke arah Papua Pegunungan. BMKG terus berkoordinasi intensif dengan petugas tower penerbangan untuk memastikan setiap keputusan operasional penerbangan mengedepankan asas keselamatan keberangkatan dan pendaratan,” ujar Prakirawan BMKG Wamena, Reza Cahyo, di Wamena, Rabu (21/10).

 Berdasarkan data pemantauan BMKG, terdeteksi lebih dari 1.000 titik panas (hotspot) di wilayah Papua Selatan, serta puluhan titik panas di kawasan Yahukimo. Secara akumulatif di wilayah Papua dan Maluku, tercatat 3.948 titik panas kategori sedang dan 203 titik panas kategori tinggi.

BMKG memprakirakan potensi penurunan intensitas kabut asap akan bergantung pada munculnya curah hujan, di mana awal musim hujan untuk wilayah Papua Pegunungan diproyeksikan mulai berlangsung pada Dasarian III Oktober hingga Dasarian I November 2026. Hingga saat itu tiba, otoritas penerbangan diimbau untuk tetap siaga dan mengutamakan keselamatan penumpang di atas segalanya.