JAYAPURA, tabloidnusantara. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) berada dalam kondisi aman dan terdistribusi dengan baik guna menunjang pelayanan kesehatan masyarakat hingga periode perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Kepastian pasokan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, menyikapi kesiapan fasilitas kesehatan rujukan utama di Provinsi Papua dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan medis masyarakat menjelang akhir tahun.
Pihak manajemen rumah sakit menegaskan bahwa fleksibilitas pengelolaan keuangan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memberikan keleluasaan dalam melakukan penataan anggaran operasional secara mendalam, terukur, dan berorientasi pada skala prioritas pelayanan publik.
“Fleksibilitas status BLUD memungkinkan RSUD Jayapura mengatur tata kelola anggaran secara mandiri dan cepat. Kami mengalokasikan dan menjaga ketersediaan pasokan obat serta bahan medis sejak jauh hari agar pelayanan medis emergency maupun rawat jalan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru tetap berjalan optimal tanpa kendala stok,” ujar Plt. Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, di Jayapura, Rabu (21/10).
Selain menjamin ketersediaan logistik medis, RSUD Jayapura juga memperkuat skema bantuan dan jaminan akses kesehatan bagi warga kurang mampu yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui alokasi tambahan dalam APBD Perubahan Provinsi Papua, rumah sakit berkomitmen menjamin hak atas pelayanan kesehatan yang adil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah antisipatif ini merupakan komitmen berkelanjutan RSUD Jayapura dalam memelihara kualitas standar pelayanan rumah sakit rujukan di Tanah Papua, demi memastikan masyarakat dapat menyambut hari raya keagamaan dan pergantian tahun dengan rasa aman di bidang kesehatan.
