KUPANG, tabloidnusantara. Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pukul 06.55 Wita. Guncangan menyebabkan sedikitnya 20 rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pendataan sementara mencatat 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang di Sumba Barat Daya. Kerusakan tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
Selain rumah warga, tiga rumah ibadah mengalami kerusakan ringan yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. Satu fasilitas pendidikan SDK Manu Toghi serta Balai KB Desa Wallandimu juga terdampak.
Di Kabupaten Sumba Barat, tiga rumah asrama Koramil mengalami kerusakan ringan, sementara dua bangunan KDKMP mengalami plafon jebol dan retakan tembok.
Gempa ini menyebabkan satu warga luka ringan akibat tertimpa reruntuhan dan sudah mendapatkan perawatan rawat jalan. Tidak ada korban meninggal maupun luka berat.
Berdasarkan data BMKG, gempa berpusat di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dirasakan kuat hingga Sumba Barat, membuat warga sempat berhamburan keluar rumah sebelum situasi kembali kondusif.
BPBD Sumba Barat Daya dan Sumba Barat bersama Kodim 1613/Sumba Barat, Kodim 1629/Sumba Barat Daya, serta babinsa masih melakukan pemantauan dan pendataan.
Posko awal penanganan telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya dengan 173 personel gabungan yang disiagakan.
BNPB bersama BPBD Provinsi NTT terus memutakhirkan data kerusakan dan kebutuhan warga. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, mengikuti informasi resmi, dan menghindari bangunan rusak yang belum dinyatakan aman.
