Minggu, 4 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

TEMBUS RATUSAN KASUS HIV DI MAMBERAMO, KPA PAPUA PEGUNUNGAN DESAK PENANGANAN SERIUS

Bagikan berita:

JAYAWIJAYA, tabloidnusantara. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Pegunungan mengingatkan ancaman HIV/AIDS di Kabupaten Mamberamo Tengah yang telah menembus lebih dari 100 kasus. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam memperkuat edukasi, pencegahan, pemeriksaan, dan penanganan.

Ketua KPA Provinsi Papua Pegunungan, Yomi Kogoya, menyampaikan hal itu saat memberikan edukasi kesehatan seksual dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru yang digelar Himpunan Mahasiswa Pelajar Mamberamo Tengah (HMPMT), Jumat (2/10/2026).

Yomi mengatakan, berdasarkan data KPA, kasus HIV di Mamberamo Tengah sebelumnya masih berada pada kisaran puluhan. Namun, jumlah tersebut meningkat hingga melampaui 100 kasus pada 2021. Adapun data terbaru masih menunggu pembaruan.

“Awalnya kasus HIV di Mamberamo Tengah berada pada angka puluhan. Namun pada periode 2021 jumlahnya meningkat hingga lebih dari seratus kasus. Untuk data terbaru kami masih menunggu pembaruan,” kata Yomi.

Mahasiswa Diminta Hindari Perilaku Berisiko

Yomi menilai edukasi sejak usia pelajar dan mahasiswa penting untuk memperkuat kesadaran mengenai pencegahan HIV/AIDS. Ia mengajak mahasiswa baru menjaga kesehatan, menghindari penyalahgunaan narkoba, serta menerapkan perilaku seksual yang bertanggung jawab.

“Kami berharap mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti kegiatan ini dapat menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, dan mengikuti seluruh materi dengan baik. Materi ini penting untuk keselamatan generasi Papua, khususnya masyarakat Mamberamo Tengah,” ujarnya.

KPA Papua Pegunungan juga mengapresiasi HMPMT yang melibatkan KPA dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kesehatan di kalangan generasi muda.

Pemkab Diminta Tidak Anggap Sepele

Yomi meminta Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah tidak menganggap persoalan HIV sebagai masalah biasa. Menurutnya, peningkatan kasus membutuhkan respons yang lebih terukur dan berkelanjutan, termasuk penguatan edukasi serta layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah tidak menganggap sepele persoalan HIV di Mamberamo Tengah. Angka tersebut cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian bersama agar penanganannya lebih maksimal,” tegas Yomi.

KPA Papua Pegunungan berharap kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dapat diperkuat untuk mencegah penularan sekaligus memastikan warga yang terinfeksi memperoleh layanan kesehatan tanpa stigma dan diskriminasi.