TIMIKA, tabloidnusantara. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) melakukan kunjungan kerja langsung guna memperkuat kesiapsiagaan operasional dan profesionalisme personel di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (1/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Kabasarnas memberikan pengarahan strategis kepada seluruh jajaran Kantor SAR Timika terkait dinamika potensi kedaruratan yang tinggi di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya. Tantangan operasi SAR kawasan ini mencakup kecelakaan transportasi perairan/udara, kondisi membahayakan manusia di wilayah perairan sungai dan pedalaman, hingga potensi bencana alam berkarakteristik ekstrem.
Kabasarnas menegaskan bahwa keberhasilan setiap operasi pencarian dan pertolongan sangat bergantung pada kecepatan respons (quick response time), ketepatan eksekusi, profesionalisme personel, serta keandalan sarana dan prasarana pendukung di lapangan.
“Tantangan operasi SAR di wilayah Papua Tengah sangat kompleks dan dinamis. Setiap personel SAR Timika dituntut untuk terus memelihara kompetensi, menjaga fisik dan mental, serta menjunjung tinggi integritas dan semangat pengabdian humanis. Peningkatan kapasitas SDM dan kesiapan alut (alat utama) SAR adalah harga mati untuk menjamin keselamatan masyarakat,” tegas Kabasarnas di Timika.
Usai memberikan pengarahan, Kabasarnas meninjau dan mengecek secara langsung kesiapan peralatan operasional, sarana komunikasi, hingga armada pertolongan perairan dan darat milik Kantor SAR Timika guna memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi siap siaga 24 jam (standby operational).
Melalui supervisi ini, Basarnas berkomitmen untuk terus memodernisasi sarana prasarana serta memperkuat koordinasi lintas instansi (TNI-Polri, Pemda, dan mitra relawan) demi mengoptimalkan pelayanan pencarian dan pertolongan di wilayah hukum Papua Tengah dan sekitarnya.
