MOROWALI, tabloidnusantara. Kepolisian mengevakuasi 75 tenaga kerja asing ke Polda Sulawesi Tengah menyusul bentrokan antara warga dan pihak PT Astima Konstruksi (Askon) di Desa Matarape, Kabupaten Morowali, yang mengakibatkan enam orang terluka.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini mengatakan puluhan TKA tersebut dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami penyebab bentrokan antara warga dan pihak perusahaan.
“Kami telah mengevakuasi dan mengamankan 75 WNA. Saat ini telah dibawa ke Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab konflik antara perusahaan dan warga,” ujarnya di Morowali, Minggu.
Ke-75 TKA tersebut juga menjalani pendataan bersama pihak Imigrasi dan hingga kini masih berstatus sebagai saksi.
Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, kepolisian menyiagakan personel gabungan di lokasi kejadian. Personel berasal dari Polres Morowali, Polres Konawe Utara, serta Brimob untuk melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di Desa Matarape.
Kapolres mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan menahan diri serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Kami meminta masyarakat menahan diri, jangan mudah terpancing provokasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang merugikan serta melanggar hukum,” katanya.
