Senin, 26 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI PEMUDA DAN KEBHINEKAAN, FORPAPUA INISIASI DISKUSI STRATEGIS PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL KOPI DAN SAGU

Bagikan berita:

JAYAPURA, tabloidnusantara. Forum Pimpinan Redaksi Papua (FORPAPUA) menginisiasi diskusi publik bertajuk “Kopi, Pemuda, Kebhinekaan” yang berlangsung di BM Coffee Kotaraja, Kota Jayapura, Minggu (25/10/2026). Forum ini dirancang untuk mendorong generasi muda Papua memanfaatkan potensi komoditas lokal khususnya kopi dan sagu guna membangun kemandirian ekonomi kewirausahaan serta memperkuat ruang kebhinekaan di Tanah Papua.

Kegiatan yang diselenggarakan atas kolaborasi bersama BM Coffee, CLAY, Colo Sagu, Polresta Jayapura Kota, dan Pertamina Patra Niaga Papua Maluku ini menghadirkan narasumber lintas sektor: Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus Macklarimboen, Co-Founder Gerakan Colo Sagu Michael John Yarisetouw, serta Barista Ferdinand Mayer.

Pemerintah Kota Jayapura memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif media dan pelaku UMKM dalam menciptakan ruang perjumpaan yang konstruktif bagi pemuda. Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan komitmen Pemkot untuk terus memfasilitasi iklim usaha kreatif berbasis komoditas lokal dan akses pemasaran digital.

“Generasi muda Papua memiliki potensi besar. Di era digitalisasi dan kemudahan media sosial, pemuda harus didorong untuk berani berwirausaha mandiri melalui sektor UMKM seperti kopi lokal. Kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi ruang ekonomi kreatif yang mampu menyerap tenaga kerja serta menekan angka pengangguran di Kota Jayapura,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, di Kotaraja, Minggu (25/10).

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus Macklarimboen, mengajak pemuda Papua untuk memperluas orientasi karier di luar sektor formal militer, kepolisian, atau birokrasi ASN. Menurutnya, industri pengolahan kopi, sagu, dan pariwisata menawarkan peluang kesejahteraan yang sangat terbuka.

“Kopi, sagu, dan pariwisata Papua menyimpan nilai ekonomi luar biasa. Kami mengajak anak-anak muda untuk tidak tertumpu pada pekerjaan formal semata, tetapi berani mengolah potensi pangan lokal secara nyata. Di sisi lain, pemuda juga harus membekali diri dengan literasi digital yang kuat agar bijak bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah,” kata Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus Macklarimboen.

Sementara itu, Co-Founder Gerakan Colo Sagu, Michael John Yarisetouw, serta Barista Ferdinand Mayer menekankan pentingnya menjaga kedaulatan pangan tradisional sagu dan memperkenalkan kopi identitas Papua ke tingkat nasional hingga internasional. Forum diskusi ini menyimpulkan bahwa penguatan komoditas lokal yang dikelola secara inklusif oleh anak muda akan menjadi perekat solidaritas sosial dan penjaga nilai-nilai kebhinekaan di Jayapura.