NABIRE, tabloidnusantara. Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA) bersama 38 Pengurus Provinsi PERTINA se-Indonesia secara resmi menetapkan Provinsi Papua Tengah sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2027 untuk cabang olahraga (cabor) tinju wilayah Timur.
Keputusan strategis penetapan lokasi kualifikasi Pra-PON tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional PP PERTINA di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Selain Papua Tengah dan Maluku di Wilayah Timur, PP PERTINA menunjuk Sulawesi Selatan untuk Wilayah Tengah, serta Sumatera Utara dan Riau untuk Wilayah Barat.
Ketua Pengprov PERTINA Papua Tengah, Yustinus Pigai, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kepercayaan nasional yang diberikan kepada Papua Tengah. Meskipun berstatus sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Papua Tengah dinilai memiliki potensi besar serta komitmen tinggi dalam memajukan olahraga olahraga bela diri di Tanah Papua.
“Kepercayaan yang diberikan oleh PP PERTINA Pusat kepada Papua Tengah untuk menjadi tuan rumah Pra-PON 2027 wilayah Timur adalah sebuah kehormatan besar. Sebagai provinsi baru, ini merupakan momentum emas untuk membuktikan kesiapan infrastruktur olahraga sekaligus menjaring bibit-bibit atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah di kancah nasional,” ujar Ketua Pengprov PERTINA Papua Tengah, Yustinus Pigai, Minggu (25/10).
Guna menyongsong agenda kualifikasi pra-olahraga tingkat nasional tersebut, Pengprov PERTINA Papua Tengah akan segera menyelenggarakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju sebagai ajang seleksi ketat bagi atlet-atlet lokal potensial di seluruh cakupan wilayah provinsi.
PERTIANA Papua Tengah menginstruksikan kepada pengurus cabor di 8 Pengurus Kabupaten (Pengkab) untuk segera membangun kolaborasi erat bersama Pemerintah Daerah setempat dalam menyiapkan sarana pelatihan, seleksi atlet, serta program pembinaan berkelanjutan di masing-masing wilayah.
Kehadiran ajang Pra-PON 2027 di Papua Tengah diharapkan tidak hanya memacu prestasi olahraga daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemuda, penguatan ekonomi lokal, serta sarana promosi pembangunan daerah otonom baru di tingkat nasional.
