Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PRAJURIT TNI GUGUR TERSERANG PENYAKIT MALARIA SAAT PATROLI PENEGAKAN HUKUM DI PAPUA

Timika, “tabloidnusantara.com” – 20/12/2019. Pukul 08.00 Wit. Seorang Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgasgakkum) TNI-Polri di Papua atas nama Serda RM akhirnya menghembuskan nafas terakhir, gugur sebagai Syuhada setelah berjuang melawan penyakit melaria tropicana saat sedang patroli dalam rangka operasi penegakkan hukum memback-up Polri di wilayah hutan Distrik Ugimba Kabupaten Intan Jaya Papua. Informasi tersebut diperoleh melalui laporan Radio oleh tim Patrol

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


Timika, “tabloidnusantara.com” – 20/12/2019. Pukul 08.00 Wit. Seorang Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgasgakkum) TNI-Polri di Papua atas nama Serda RM akhirnya menghembuskan nafas terakhir, gugur sebagai Syuhada setelah berjuang melawan penyakit melaria tropicana saat sedang patroli dalam rangka operasi penegakkan hukum memback-up Polri di wilayah hutan Distrik Ugimba Kabupaten Intan Jaya Papua. Informasi tersebut diperoleh melalui laporan Radio oleh tim Patroli.

Berawal dari menerima perintah untuk melaksanakan tugas Patroli dalam rangka operasi penegakkan hukum Papua, atas dasar informasi tentang keberadaan KKSB, satu Tim Patroli kekuatan 12 orang melaksanakan penyisiran ke wilayah hutan Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya.

BACA JUGA : GERAM ULAH KKB, DPR RI MINTA PEMERINTAH BASMI KKB PAPUA

Kondisi hutan Ugimba yang sangat
lebat, medan geografis yang sangat berat terdiri dari medan pegunungan terjal
dan jurang yang curam serta cuaca yang sangat dingin menjadi tantangan terberat
bagi Prajurit dalam pelaksanaan tugas demi menegakkan kedaulatan Negara.

Serda RM dikenal sebagai salah seorang Prajurit yang memiliki kemampuan fisik yang prima sehingga tidak jarang dalam pergerakannya Serda RM selalu bergerak di depan sebagai pengintai depan. Namun pada hari ke 5 (lima) dalam perjalanan tugas patroli di hutan, kondisi fisik RM mulai menurun karena penyakit Malaria Tropicana yang mengerogoti tubuhnya sejak beberapa bulan yang lalu ternyata kambuh kembali.

Sekitar tiga hari lamanya Serda RM bertahan melawan serangan malaria, sementara perjalanan harus tetap dilanjutkan sehingga seluruh beban ransel dipunggungnya terpaksa harus dibawakan oleh rekan seperjuangannya, sementara terbatasnya obat dan sarana kesehatan karena hanya membawa sesuai kemampuan sebagai bekal perjalanan. Pada hari Jum’at 20/12/2019 sekitar pukul 08.00 WIT Serda RM rupanya tidak mampu bertahan lagi dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya gugur sebagai Syuhada di tengah-tengah kerumunan rekan seperjuangannya.

BACA JUGA : KASDAM CENDERAWASIH : PRAJURIT INFANTERI KUAT BERSAMA RAKYAT

Saat ini pihak TNI melaksanakan
proses evakuasi jenazah menggunakan Helly Bel 412 milik penerbad TNI AD.
Jenazah akan di evakuasi ke RSUD Timika untuk perawatan dan otopsi, belum ada
keterangan tentang kelanjutan jenazah akan dibawa. Jazad RM telah pergi
menghadap Sang Khalik tapi tekad dan semangatnya untuk membela dan menegakkan
Kedaulatan NKRI dari rongrongan para pemberontak separatis akan terus menjalar
dan menggelora di rongga dada setiap Prajurit.

  • Otentikasi : Kolonel Cpl Eko Daryanto, S.E., M.Si.
  • (Kapendam XVII/Cenderawasih)