Keroom,”Tabloidnusantara.com,” – Bertempat di Pos Skofro Lama Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad dipenuhi Warga Kampung Skofro, Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom dalam acara perayaan Ibadah Natal Tahun 2020. Juma’t malam (25/12).
Dijelaskan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han bahwa kegiatan Ibadah Natal yang digelar di Pos Skofro Lama merupakan kali pertama Ibadah Natal yang dilakukan oleh warga Kampung Skofro.
Baca Juga : RAYAKAN NATAL, DANREM 172/PWY AJAK MASYARAKAT BERKREASI MEMBUAT POHON NATAL
“Kami sangat terbuka dan menyambut baik bagi masyarakat Kampung Skofro yang hendak menggelar Ibadah Natal di Pos Satgas. Ini merupakan suatu kehormatan dan bentuk kepercayaan masyarakat Perbatasan RI-PNG khususnya Kampung Skofro kepada kami.” Ungkap Dansatgas Anggun.
“Kegiatan tersebut berawal dari dua hari sebelum pelaksanaan Ibadah Natal, kami didatangi oleh Pendeta Brian Alelo untuk meminta izin merayakan Ibadah Natal di Pos, dengan senang hati kami berikan izin dan turut membantu dalam penyiapan Ibadah tersebut.” Jelas Dansatgas.
“Selanjutnya pada kegiatan ibadah tersebut, kurang
lebih 120 masyarakat yang memenuhi Pos kami dengan pimpinan Pendeta Brian
Alelo. Dan kebetulan ada beberapa anggota Kami juga yang merayakan Natal, turut
berbaur dengan masyarakat Kampung Skofro.” Tambahnya.
Selanjutnya Dansatgas juga menembahkan, kedekatan Pos
Skofro Lama dengan masyarakat telah terbukti dari beberapa kegiatan yang
dilakukan secara Gotong Royong. Puncaknya pada pekan lalu, Warga Kampung Skofro
yang diwakilkan oleh tokoh masyarakat, bapak atrix Kamar menghibahkan Tanah
Adatnya seluas 21 Hektar Kepada Tentara Nasional Indonesia melalui Satgas Yonif
MR 413 Kostrad dan kali ini perayaan Ibadah Natal juga digelar di Pos Satgas.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak TNI yang bertugas disini, karena telah menganggap kami sebagai keluarga dan saudara sendiri. Sebelumnya kami juga berencana menggelar Ibadah di Gereja Diaspora Skofro, namun kapasitas tidak memungkinkan sehingga kami alihkan di Pos, seluruh masyarakat juga setuju dengan hal itu.” Terang Bapak Pendeta.
(Adm/Nat)