JAKARTA, tabloidnusantara. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkap adanya dugaan 8 warga negara Indonesia direkrut menjadi tentara di negara asing. Modusnya sederhana: iming-iming kerja sebagai satuan pengamanan dan tenaga administrasi dengan gaji besar.
“Para WNI ini kemudian mendaftar, lalu dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 1 September 2026.
Dasco menyebut informasi itu berasal dari otoritas intelijen. Perekrutan dilakukan oleh negara pihak ketiga yang menawarkan lowongan kerja bergaji tinggi untuk menjerat korban.
Pemerintah tidak tinggal diam. Menurut Dasco, intelijen Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri sudah mengambil langkah antisipasi. Ratusan utusan dikirim ke negara-negara terkait untuk berkoordinasi dan menangani kasus tersebut.
Sebelumnya, Kemlu RI juga menerima laporan serupa terkait dugaan keterlibatan WNI dengan angkatan bersenjata Rusia.
Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan, proses verifikasi masih berlangsung melalui Perwakilan RI di luar negeri dan koordinasi lintas kementerian.
“Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut,” ujar Yvonne dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.
Yvonne menegaskan satu hal: jika keterlibatan itu terbukti benar, maka itu adalah keputusan pribadi. “Tidak mewakili kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia,” katanya.
Hingga kini identitas ke-8 WNI, negara tujuan, dan status hukum mereka belum diumumkan secara resmi. Pemerintah meminta masyarakat waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang menjanjikan gaji besar namun tidak jelas penempatan dan kontraknya, terutama yang mengarah ke sektor keamanan.
Kasus ini menambah daftar panjang modus perekrutan WNI untuk kepentingan militer asing. Karena itu koordinasi antara DPR, intelijen, dan Kemlu disebut akan terus diperketat agar tidak ada lagi korban berikutnya.
