Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BUDAYA

TRANSFORMASI FESTIVAL DANAU SENTANI XV GUBERNUR PAPUA TEKANKAN PENTINGNYA MENJAGA KELESTARIAN BUDAYA, LINGKUNGAN, DAN PERTUMBUHAN UMKM

JAYAPURA, tabloidnusantara. Gubernur Papua Matius Fakhiri mengimbau agar gelaran Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 tidak sekadar menjadi perayaan seremonial tahunan, melainkan bertransformasi menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian budaya serta kelestarian lingkungan Danau Sentani.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Matius Fakhiri saat membuka Rangkaian Pra-Festival Danau Sentani XV Tahun 2026 yang berlangsung di Pantai Khalkhote, Jayapura, pada Selasa (25/8).

Gubernur menggarisbawahi pentingnya dampak jangka panjang dari ajang kebudayaan ini terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengrajin seni, serta pengelola pariwisata daerah.

“Saya berharap Festival Danau Sentani tidak berhenti sebagai sebuah perayaan. FDS harus menjadi ruang untuk menjaga kekayaan budaya Papua yang berjalan seiring dengan kepedulian menjaga ekosistem Danau Sentani. Papua Sejahtera berarti budaya dan potensi lokal mampu membuka ruang ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur Matius Fakhiri di Jayapura.

Guna memastikan keberlanjutan dampak positif FDS, Gubernur menegaskan perlunya keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, tokoh agama, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas pemuda.

Ia menguraikan bahwa kemajuan pembangunan di Tanah Papua hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor yang kokoh.

“Papua hanya bisa maju apabila seluruh elemen masyarakat berjalan bersama dalam semangat kolaborasi, gotong royong, dan persaudaraan. Mari kita jadikan Festival Danau Sentani sebagai panggung kebudayaan sekaligus panggung kemajuan Papua,” tambahnya.

Rangkaian utama Festival Danau Sentani XV tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 3–5 September 2026 di Pantai Khalkhote, Kabupaten Jayapura, dengan menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan khas, serta wisata kuliner lokal.