Papua,
“tabloidnusantara.com” – Personel Satgas Pamtas Yonif 713/ST pada hari Sabtu 14
September 2019 melaksanakan pembersihan lahan yang akan dijadikan tempat
pembangunan Gereja dan tempat tinggal
Pendeta Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Penebus di Koya Timur Provinsi
Papua.
Gotong
royong ini dilaksanakan dengan diikuti oleh semua elemen masyarakat dari
berbagai agama yang ada dengan jumlah 35 orang tanpa melihat perbedaan itu
menjadi halangan untuk bekerja tapi menjadikan perbedaan itu menjadi pemersatu.
Sebelum
gotong royong dilaksanakan maka terlebih dahulu dilaksanakan doa supaya apa
yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar yang dipimpin langsung oleh gembala
sidang Pendeta Pandu.
Satgas
Pamtas sendiri mengirimkan satu tim untuk kegiatan tersebut dengan dipimpin
langsung oleh Danru Pos Ramil Tami Serda
Tubagus.
Pembangunan gedung Gereja ini dibutuhkan karena merupakan sarana bagi umat untuk bersekutu untuk melaksanakan ibadah memuji dan menaikkan syukur kepada Tuhan, sedangkan rumah untuk pendeta juga cukup penting karena bagaimana Pendeta akan bisa melayani dengan baik jika Pendetanya tidak disiapkan kebutuhan tempat tinggalnya.
Dansatgas
Mayor Inf Dony Gredinand,SH., M.Tr.Han., M.I.Pol mengungkapkan Satgas selalu
siap untuk membantu masyarakat seperti yang kita laksanakan sekarang ini yaitu
gotong royong pembersihan lahan yang akan dibangun untuk gedung gereja dan
rumah pendeta.
Satgas
hadir untuk semua golongan masyarakat, tanpa membeda-bedakannya. Sehingga
harapan kami juga demikian dengan masyarakat supaya senantiasa bersatu tanpa
melihat setiap perbedaan itu menjadi halangan untuk bersatu.
Kegiatan
peribadahan merupakan hak setiap orang kepada Tuhannya oleh karena itu setiap
orang harus menghormatinya.
Pendeta
Pandu selaku Gembala sidang Gereja Pantekosta Tabernakel mengucapkan
terimakasih banyak kepada semua elemen masyarakat yang hadir dalam kegiatan
gotong royong ini secara khusus kepada Satgas Pamtas Yonif 713/ST yang ikut
terlibat dalam kegiatan gotong royong ini, dan kegiatan seperti ini akan sering
dilaksanakan untuk mendekatkan masyarakat dengan aparat TNI, bahwa TNI berasal
dari rakyat.