Biak, “tabloidnusantara.com” – Simulasi bencana alam gempa bumi
mengakibatkan tangki bulat T-10 mengalami Kebocoran pada Pipa, masyarakat masuk
dan menjarah BBM tangki bulat T-10, salah satu masyarakat mengisap rokok
sehingga mengakibatkan kebakaran. Kamis (22/08/2019)
Simulasi bencana alam gempa bumi
mengakibatkan tangki bulat T-10 mengalami Kebocoran pada Pipa, masyarakat masuk
dan menjarah BBM tangki bulat T-10, salah satu masyarakat mengisap rokok
sehingga mengakibatkan kebakaran. “Pada saat evakuasi sedang berjalan, tiba-tiba
terdengar ledakan keras dari area tangki bulat T-10 dan terlihat nyala api dari
PSV tangki T-10 dan jet api di jalur pipa di bawah tangki bulat T-10.
Diumumkan sebagai keadaan darurat oleh OH dan
Puskodal diaktifkan, Tim penanggulangan darurat menjalankan tugas sesuai
perannya, penyelamatan dokumen dan penanggulangan kebakaran sesuai prosedur.
On Scene Commander segera melakukan penanggulangan
kebakaran internal oleh 4 regu pemadam kebakaran untuk melakukan penghematan
tangki. Sprinkler air 2 unit tangki timbun bola segera diaktifkan untuk review
proteksi pendinginan. “Keadaan
darurat dinaikkan menjadi level 1 tingkat wilayah karena tidak mampu
ditanggulangi secara internal dan perlu bantuan dari pihak luar yaitu Tim
Damkar dan BPDB Kab. Biak Numfor.
Tim Emergency Manajemen di wilayah segera
menuju Crisis Center dan membantu pertolongan darurat kemudian Security dan babinsa melakukan penangkapan
terhadap 2 orang pelaku dan 2 orang kabur.
Beberapa saat kemudian massa datang karena
diprovokasi oleh 2 orang yg berhasil kabur, massa pun datang dan berkumpul di
depan Kantor pertamina meminta pelaku yg di tangkap agar segera di bebaskan.
“Pada saat kejadian, terdapat 2 korban dengan
rincian 1 korban luka bakar dan 1 korban patah kaki dievakuasi oleh tim medis
Angkatan Laut dan dibawa ke RS AL menggunakan mobil ambulans. Untuk memadamkan
api jalur pipa, petugas operasi menerima proteksi pendingin pemadam kebakaran
melakukan pembukaan katup jalur pipa penerimaan.
Setelah dipastikan api sudah benar-benar
padam, Tanggap Darurat dinyatakan keadaan darurat selesai dan melaporkannya
bahwa darurat turun dari level 1 menjadi level 0.
Menurut Bapak Yudha Widjayanto , (Kepala OH.
TBBM Biak) simulasi ini dilakukan sebagai sarana untuk meningkatkan
kesiapsiagaan tanggap darurat Tingkat I Wilayah di lokasi kerja khususnya di
OH.TBBM Biak.