Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

SESUAI INTRUKSI PRESIDEN, PANGLIMA TNI AKAN COPOT ANAK BUAHNYA JIKA GAGAL TANGANI KARHUTLA

Dimana, Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menyatakan bakal mencopot Kapolda, Danrem, hingga Pangdam jika tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di daerahnya masing-masing. Yang menimbukan kabut asap.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jakarta, “tabloidnusantara.com”
– Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, akan copot anak buahnya jika tidak bisa
menangani kebakaran hutan, sesuai intruksi Presiden Joko Widodo.

Dimana, Presiden
Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menyatakan bakal mencopot Kapolda,
Danrem, hingga Pangdam jika tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di
daerahnya masing-masing. Yang menimbukan kabut asap.

Berdasarkan
data yang dihimpun Badan Penangulangan Bencana Alam (BPBD), Riau dan Kementrian
Lingkuangan Hidup Dan Kehutanan, (KHK), dimana kahurta masih terjadi dibeberapa
wilayah di Riau.

Akibat
kebakaran hutan yang semakin luas, membuat Wilayah Riau tertutup kabut asap
yang sudah berbahaya sehingga beberapa aktifitas terganggu dan diliburkan.

Dengan
situasi seperti saat ini, banyak sejumlah pihak menagih janji, DPR RI, dan Presiden
Joko Widodo, untuk mencopot pejabat Danrem dan Kapola Riau.

Menjawab ini, Panglima TNI
Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan ucapan Presiden itu adalah perintah yang
harus dilaksanakan.

“Itu sudah perintah dan akan dilaksanakan,” tegas Hadi usai memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di kompleks kediaman Gubernur Riau, Sabtu petang, 14 September 2019.

Disisi lain panglima TNI menagatakan bahwa
dalam penanganan Karhutla, sejak Satgas dibentuk sejak awal september ini, sekitar
5809 gabungan dari berbagai unsur sduah diterjunkan untuk mengatasi kasus ini. Bahkan
sudah ada sekitar 112 juta liter air yang kami jatuhkan melalui helikopter
dengan cara water bombing.

Kita juga akan menambah
sekitar 350 prajurit TNI untuk menambah kekuatan, dengan dibekali perlengkapan
yang memadai. Selain itu, TNI juga mengerahkan pesawat bantuan
lainnya untuk menyemai garam. Satu di antaranya pesawat CN 295 yang mampu
mengangkut 2,5 ton garam sekali terbang. “Ujarnya.

Dimana Satgas Karhutla
akan memaksimalkan dengan teknogi modifikasi hujan buatan. “Termasuk
pesawat Hercules untuk menyemai garam, sedang dipersiapkan. Satu kali terbang,
Hercules bisa menyemai 5 ton garam, dan ini harus maksimal, diperkirakan BMKG
pertengahan Oktober baru akan ada hujan.” jelas Hadi.