Merauke”tabloidnusantara.com”
– Sebanyak 3.333 Botol Miras ilegal berhasil diamankan oleh Satgas Pamtas Yonif
Mekanis Raider 411/PDW Kostrad ketika menggelar sweeping di jalan poros Trans
Papua perbatasan RI-PNG, tepatnya di Kalimaro,Distrik Elikobel.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han. “Dalam rilis tertulisnya di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke. “Rabu (14/8/2019).
Dansatgas,
menyampaikan bahwa para pemasok miras yang tidak memiliki ijin dalam
melancarkan aksinya selalu menggunakan berbagai macam cara, agar dapat melewati
jalur perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini dengan aman, salah satu
nya yakni melintas di malam hari.
“Seperti
yang terjadi tadi malam, ketika menggelar sweeping di jalan transpapua Pos
Komando Taktis (Kotis) Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad yang di pimpin
oleh Sertu Ismail, berhasil mengamankan 3.333 botol Miras ilegal berbagai jenis
dan merk dari dua mobil Hilux warna hitam yang melintas. “Jelasnya Mayor Rizky.
“Untuk
jumlah pelakunya adalah 2 orang warga Kabupaten Boven Digoel, berinisial AB,
umur (47 Thn) dan A.L.B umur (57 Thn), keduanya saat sedang di lakukan
pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku, mereka kami tahan karena tidak
bisa menunjukan surat ijin atas ribuan botol miras yang di bawa tersebut. “Ujarnya.
“Ini sudah menjadi tugas kita, untuk menyelamatkan masyarakat dari pengaruh jahat Miras, kedepan di jalur transpapua ini akan kita perketat lagi ruang gerak para pelaku penyelundup miras lintas batas negara ini, supaya setiap aksinya dapat kita gagalkan,” tegasnya
Lebih
lanjut, disampaikannya bahwa seluruh jajaran Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW
Kostrad telah berkomitmen untuk memberantas segala macam peredaran miras di
sektor selatan perbatasan wilayah Kabupaten Merauke,di samping tugas pokok kita
menjaga kedaulatan NKRI,”
“Kami
ingin suasana di perbatasan ini aman dan kondusif, sebab Miras Ilegal ini tidak
hanya berdampak kepada perorangan namun juga dalam kehidupan sosial,
keamanan,serta menjadi faktor penyebab terjadi nya kecelakaan di jalan raya,”
tutur alumni Akmil 2003 tersebut.