Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

RASA SYUKUR “TRADISI BATU BAKAR” AKHIRI GEJOLAK PAPUA, WAMENA DAMAI

Wamena, “tabloidnusantara.com” – Banyak suku di Papua yang masih memegang teguh tradisi yang diwariskan nenek moyang. Salah satunya adalah tradisi bakar batu. Yang Sekilas memang mengherankan bagi masyarakat luar Papua yang belum mengetahuinya.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Wamena, “tabloidnusantara.com” – Banyak suku di Papua yang masih
memegang teguh tradisi yang diwariskan nenek moyang. Salah satunya adalah
tradisi bakar batu. Yang Sekilas memang mengherankan bagi masyarakat luar Papua
yang belum mengetahuinya.

Tradisi Bakar batu di Papua bukan dilakukan karena iseng.
tradisi batu bakar merupakan bentuk rasa syukur. Selain sebagai bentuk rasa
syukur, tradisi bakar batu juga diyakini dapat menguatkan rasa kebersamaan
antar sesama masyarakat.

Dalam hal ini Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman
Asaribab, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Bupati Jayawijaya Jhon R
Banua bersma Perwakilan kepala suku dari 40 Kampung di Wamena dan Katua
Paguyuban yang berada di Wamena serta 500 warga Wamena mengadakan acara Bakar
Batu sebagai rasa syukur atas kembali damainya suasana di Wamena, Kabuupaten
Jayawijaya. Pada Jumat (18/10)

Dalam kegiatan tersebut Pangdam menyampaikan bahwa acara ini
sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan YME, karena Kabupaten Jayawijaya
yang kita tempati saat ini sudah mulai aman dan berangsur kondusif, setelah
terjadi nya demo yang berakhir kerusuhan pada 23 September lalu.

“Marilah kita bersama-sama menjaga dan memulihkan Kabupaten
Jayawijaya yang kita tempati saat ini agar semua orang yang tinggal di
Jayawijaya merasakan kenyamana dan kebersamaan dalam beraktivitas sehari-hari
tanpa memandang Pendatang atau Orang asli Papua”, “Kata Pangdam.

“Semua orang yang tinggal di Jayawijaya adalah saudara, tidak ada kamu pendatang atapun kamu asli orang Papua, tatapi kita disini adalah satu yaitu warga Kabupaten Jayawijaya”, “Tambah Pangdam

BACA JUGA : “BERBAGAI CARA UNTUK MEYAKINKAN MASYARAKAT, BAHWA WAMENA SUDAH AMAN”

Senada dengan Pangdam XVII/Cenderawasih, salah satu Kepala suku yang ikut dalam acara bakar batu Bapak Alex Hubi menyampaikan bahwa saya mewakili kepala suku yang berada di Jayawijaya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pihak-pihak dan yang menjadi korban kerusuhan september lalu.

BACA JUGA : KOTA WAMENA KONDUSIF, PANGDAM BERSAMA KAPOLDA KELILING KOTA WAMENA

“kami minta maaf, semoga dengan diadakannya acara bakar batu ini Kabupaten Jayawijaya menjadi aman kembali dan masyarakat yang mengungsi bisa kembali ke Wamena untuk bersama-sama membangun Wamena Kembali, serta jangan sampai terluang lagi kejadian tersebut”,”Pungkasnya. (tn)