JAKARTA, tabloidnusantara. Puluhan supir mobil angkutan kota (angkot) M44 mogok narik dan berhenti beroperasi di kawasan pintu barat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (6/8).
Mereka melayangkan protes terkait persoalan tumpang tindih rute dengan layanan JakLingko 48A.
Pantauan tim liputan dilokasi, sekitar pukul 10.00 WIB, sekitar 50 angkot M44 terparkir di sepanjang pintu barat Stasiun Tebet sehingga membuat kawasan tersebut tampak lebih padat dibandingkan hari biasa.

Aksi mereka tidak hanya sampai disitu, sejumlah sopir angkot berangkat menuju Balai Kota Jakarta menggunakan delapan unit angkot untuk menyampaikan aspirasi terkait tuntutan penataan ulang trayek JakLingko 48A.
Sementara itu, petugas Dinas Perhubungan Jakarta Selatan wilayah Tebet tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur lalu lintas dan mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Petugas bidang jalur angkot M44, Blek, mengatakan aksi tersebut dipicu oleh tuntutan agar trayek JakLingko 48A dikembalikan sesuai kesepakatan awal.
Pada hari normal, armada M44 yang beroperasi hampir mencapai 100 unit. Namun, sebagian besar tidak keluar pada hari aksi.
“Kalau semuanya mah hampir 100, tapi hari ini banyak yang enggak jalan, soalnya banyak yang enggak keluar, dari pool memang enggak dikeluarin,” kata Bang Blek.
Dikesempatan yang sama petugas bidang jalur lainnya, Mamat (61), memperkirakan sekitar 40 hingga 50 angkot berhenti beroperasi di sekitar Stasiun Tebet.
“Ya kalau sekarang ada 50 kali,” ucap Mamat.
Mamat mengatakan, aksi unjuk rasa telah direncanakan sebelumnya melalui pembahasan internal para sopir dan pengurus angkot M44. Aksi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Hingga siang hari, para sopir masih menunggu perkembangan hasil penyampaian aspirasi di Balai Kota Jakarta.
