TASIKMALAYA, tabloidnusantara. Kepolisian Resor Tasikmalaya menggandeng sejumlah industri untuk membuka akses bagi masyarakat agar mendapatkan keterampilan kerja sekaligus peluang terserap industri, dalam rangka mengatasi angka pengangguran di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, pihaknya melakukan terobosan baru program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) sebagai langkah progresif dalam merespons persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Program Poliran ini hadir sebagai jembatan antara masyarakat pencari kerja dengan dunia industri,” kata Kapolres saat kegiatan Sosialisasi Pelatihan Kerja Pabrik Sepatu Zeinten di Polsek Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis.
Ia menuturkan, program itu menggandeng industri swasta dan pemerintah daerah untuk membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat dalam mendapatkan pelatihan maupun keterampilan kerja agar mendapatkan peluang penghidupan yang lebih layak.
Polres Tasikmalaya, kata dia, berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun investor, salah satunya perusahaan pabrik sepatu Zeinten di Tasikmalaya yang membuka peluang memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat.
“Pelatihan ini disiapkan agar warga memiliki kompetensi spesifik yang siap diserap langsung oleh industri alas kaki tersebut,” katanya.
Ia menyampaikan, program itu sebagai bentuk nyata kepedulian kepolisian terhadap persoalan masyarakat terkait pengangguran. Kepolisian hadir memberikan solusi kesejahteraan sosial, tidak hanya menjaga rasa aman bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam mendorong peningkatan taraf hidup dan ekonomi warga,” katanya.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya, Faisal Soeparianto mengatakan, program tersebut sebagai langkah proaktif yang dilakukan jajaran Polres Tasikmalaya untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Ia mengatakan, upaya mengatasi pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh pemerintah, tapi harus berkolaborasi sehingga bisa cepat diselesaikan.
“Membutuhkan gotong royong seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak kepolisian dan dunia usaha,” katanya.
