REMBANG, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, Jawa Tengah, terus berupaya menarik investor untuk membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja baru guna mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut.
“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses perizinan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Rembang. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak perusahaan berinvestasi dan menyerap tenaga kerja lokal,” kata Bupati Rembang Harno saat menyampaikan sambutan dalam penyerahan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) kepada penerima manfaat di Pendopo Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut dia, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Karena itu, pemkab terus berupaya menarik investor agar mau berinvestasi di Rembang, termasuk dengan membantu mempermudah pengurusan perizinannya.
Kinerja investasi di Kabupaten Rembang pada triwulan I 2026 memang menunjukkan perkembangan positif. Realisasi investasi tercatat mencapai Rp234,58 miliar dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.377 orang.
Jumlah tenaga kerja yang terserap tersebut meningkat 14,62 persen dibandingkan dengan triwulan IV 2025. Capaian itu menunjukkan bahwa investasi turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.
Meski demikian, dia menilai penambahan investasi masih diperlukan agar kesempatan kerja bagi masyarakat semakin terbuka. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Rembang adalah menawarkan kepada perusahaan untuk membuka lapangan kerja baru di daerah tersebut.
Menurut dia, masuknya investor diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Selain mendorong investasi, Pemkab Rembang juga mengapresiasi kontribusi perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Dukungan tersebut membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial, termasuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang didukung PT Djarum. Program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak.
