Jumat, 30 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
KRIMINAL

DI BALIK GAJI Rp9 JUTA PER HARI: POLISI UNGKAP TERSANGKA PEMBUNUH IBU-ANAK DI MADIUN MANFAATKAN KECERDASANNYA UNTUK HILANGKAN JEJAK

Bagikan berita:

MADIUN, tabloidnusantara. Kepintaran dan penghasilan fantastis tidak membuat Dwi Bagus Martono (40) kebal dari jerat hukum. Tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF (4) di Madiun itu justru disebut polisi memanfaatkan kecerdasannya untuk merancang pembunuhan keji dan menghilangkan jejak.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengungkapkan, Dwi Bagus bukan orang sembarangan. Ia bekerja di bidang manufaktur dan kerap direkrut perusahaan asing untuk proyek besar.

“Biasanya proyek-proyek besar perusahaan asing yang mau bikin anjungan minyak, mau bikin penelitian kondisi tanah gitu kan, misalkan mau dibikin apa,” ungkap Jumhur, Kamis (29/10/2026).

Pekerjaan itu meliputi pembuatan anjungan minyak, pengeboran di bawah laut, hingga penelitian kondisi tanah sebelum pengeboran dilakukan.

“Dia kalau dikontrak (perusahaan) asing itu per hari aja bisa Rp9 juta,” lanjut Jumhur.

Satu kali kontrak bisa berlangsung hingga tiga bulan. Dwi Bagus juga tidak terikat pada satu perusahaan, sehingga secara finansial dinilai berkecukupan.

Dari sisi akademis, Dwi Bagus merupakan lulusan program studi manufaktur di perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Pintar juga lah dulu, jurusan dia tuh jarang kali ya, manufaktur itu,” ucap Jumhur.

Polisi menggambarkan Dwi Bagus sebagai sosok pendiam dan senang belajar. Namun, karakter itulah yang menurut penyidik justru menjadi sisi gelapnya.

“Makanya dia sekalipun ada masalah ya, dia lihat tuh seperti itu. Terus banyak akalnya pula, kan. Menghilangkan jejak aja sampai harus kayak gitu loh,” pungkas Jumhur.

Hingga kini, penyidik Polda Jatim masih mendalami motif dan rangkaian perbuatan tersangka dalam kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut.