JAKARTA, tabloidnusantara. Kementerian Kebudayaan resmi menunjuk 20 karya terbaik sebagai pemenang Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan. Pengumuman disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam acara taklimat media di Jakarta.
Fadli Zon menyebut program ini lahir atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tidak hanya menghidupkan produksi film nasional, tetapi juga menanamkan kembali nilai patriotisme melalui cerita sejarah yang selama ini jarang diangkat ke layar lebar.
“Program ini merupakan wujud penguatan dan afirmasi pemerintah terhadap genre film sejarah dan kepahlawanan,” ujar Fadli Zon.
Ia menyoroti periode 1945 hingga 1950 sebagai rentang waktu yang padat peristiwa. Mulai dari Agresi Militer Belanda I dan II, terbentuknya Republik Indonesia Serikat, hingga kembalinya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1950. Menurutnya, masa perang mempertahankan kemerdekaan itu adalah salah satu babak paling banyak dicatat dalam sejarah bangsa, namun narasinya belum sepenuhnya sampai ke masyarakat luas.
“Era perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun itu merupakan periode yang paling banyak dicatat sejarah, tapi kerap kali kurang tersampaikan secara lengkap ke masyarakat,” kata Fadli Zon.
Melalui sayembara ini, pemerintah ingin memberi ruang bagi sineas untuk mengolah arsip, kesaksian, dan dinamika politik saat itu menjadi karya sinematik yang bisa diakses generasi sekarang. Harapannya, film-film pemenang tidak berhenti sebagai produksi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem perfilman yang berkelanjutan dan memperkuat identitas kebangsaan.
Kementerian Kebudayaan menegaskan, penguatan genre sejarah dan kepahlawanan adalah langkah jangka panjang. Dengan dukungan anggaran dan fasilitasi produksi, karya pemenang diharapkan mampu bersaing di bioskop maupun platform digital, sekaligus menjadi materi edukasi yang menghidupkan kembali semangat perjuangan 1945-1950.
