SUKABUMI, tabloidnusantara. Kobaran api mengejutkan warga Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Senin pagi. Tepat saat aktivitas warga baru dimulai, lidah api tiba-tiba muncul dan melalap bangunan kayu di tengah permukiman adat itu.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam hitungan menit api membesar dan menghanguskan satu rumah panggung tradisional beserta satu fasilitas MCK umum. Material bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu, bilik bambu, dan atap hatep membuat api dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Panasnya kobaran tidak hanya menghentikan di dua titik itu. Tiga rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan cukup parah akibat terpaan api dan panas. Satu rumah lainnya juga terdampak dengan kerusakan ringan.
Kepanikan sempat meluas karena lokasi tersebut merupakan kawasan adat yang masih mempertahankan arsitektur panggung dan leuit atau lumbung padi. Jika api merambat ke bangunan penyimpanan padi itu, dampaknya akan jauh lebih besar bagi warga.
Beruntung, warga bersama perangkat desa bergerak cepat. Dengan peralatan seadanya mereka bahu-membahu memadamkan api dan membuat sekat agar kobaran tidak menjalar ke rumah adat lainnya.
Upaya gotong royong itu berhasil menahan laju api sebelum menyentuh leuit yang menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat Kasepuhan.
Setelah api padam, petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan datang ke lokasi untuk melakukan pendinginan. Mereka juga mulai mendata bangunan yang terdampak agar bantuan dan penanganan selanjutnya bisa segera disalurkan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi resmi terkait penyebab kebakaran. Namun warga menduga api berasal dari salah satu rumah panggung dengan konstruksi kayu kering yang memang sangat rentan terbakar.
Kampung Adat Sinar Resmi dikenal sebagai salah satu komunitas adat yang masih menjaga tradisi leluhur di Sukabumi Selatan. Kejadian ini menjadi pengingat betapa rapuhnya permukiman dengan material tradisional jika tidak dibarengi kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
