Jumat, 16 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

KARHUTLA MELUAS, KEPALA BNPB BARU: PENANGANAN HARUS AS SOON AS POSSIBLE

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru dilantik, Letjen TNI Kristomei Sianturi, langsung tancap gas. Ia menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secepat mungkin demi menekan dampak bagi masyarakat.

Pernyataan tegas itu disampaikan Kristomei di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/10/2026), usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Letjen Suharyanto.

“Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jangan sampai rakyat terus berdampak,” kata Kristomei.

Menurutnya, paradigma respons kebencanaan harus diubah total. Tidak ada lagi istilah respons dalam hitungan jam. Semua harus bergerak dalam hitungan menit.

“Responsif itu hitungannya bukan jam, menit. Itu yang akan kita evaluasi ke depan, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, jenderal bintang tiga itu memastikan akan segera terjun langsung meninjau titik-titik karhutla setelah konsolidasi internal dengan jajaran BNPB rampung. Ia menekankan peninjauan harus matang agar intervensi di lapangan efektif.

“Segera. Kan tadi saya bilang hitungannya menit, bukan jam,” ujarnya.

Kristomei menyadari BNPB tidak bisa bekerja sendirian. Ia mendorong kolaborasi total antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat untuk mempercepat pemadaman.

Soal wacana bantuan luar negeri, ia memilih langkah terukur. BNPB akan terlebih dahulu memetakan kemampuan nasional, baik personel maupun peralatan, sebelum memutuskan perlu tidaknya dukungan internasional.

Untuk memastikan akurasi data, Kristomei akan mengecek langsung data luas karhutla berbasis satelit Sipongi dan pantauan NASA. Dengan begitu, luasan kebakaran dan dampaknya bisa dihitung secara faktual, bukan asumsi.

“Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit, satelit Sipongi kan ada tuh. Kemudian hasil pantauan NASA juga. Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung. Dan dampaknya apa?” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan satu prinsip utama dalam setiap penanganan bencana.

“Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu yang pertama,” pungkasnya.