JEMBER, tabloidnusantara. Keramaian karnaval Desa Wringinagung berubah duka. Sabtu 29 Agustus sekitar pukul 10.30 WIB, kanopi sebuah apotek ambruk dan menimpa seorang warga berinisial S, 57 tahun. Ia meninggal di tempat.
Saat kejadian korban sedang menunggu istrinya yang masuk ke apotek untuk membeli obat. Menurut saksi mata Ulum, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Tiba-tiba terdengar suara keras, lalu tubuh S sudah tersungkur tertimpa reruntuhan.
“Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat,” kata Ulum saat dikonfirmasi, Minggu (30/8).
Dentuman itu membuat warga dan peserta karnaval panik. Dalam hitungan detik orang-orang berhamburan mendekat untuk mengevakuasi.
Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma mengklarifikasi bagian bangunan yang runtuh. “Korban meninggal diakibatkan kejatuhan dari kanopi. Benar ada kejadian tertimpa kanopi, namun masih dalam penyelidikan petugas,” ujarnya.
Penyebab pasti runtuhnya kanopi kini jadi pertanyaan. Lokasi kejadian berada tepat di jalur karnaval dan parade sound horeg yang digelar Pemerintah Desa Wringinagung. Dentuman bass yang menggelegar sepanjang acara memunculkan dugaan sementara: getaran berlebih membuat struktur kanopi yang sudah rapuh tidak kuat menahan.
Polisi belum menyimpulkan. Pemeriksaan di lapangan dan keterangan ahli bangunan masih dibutuhkan untuk memastikan apakah insiden ini murni karena kelalaian perawatan, faktor usia bangunan, atau memang dipicu getaran dari sound horeg.
Yang pasti, satu nyawa melayang di tengah pesta rakyat. S tewas bukan karena sakit, tetapi karena menunggu di tempat yang seharusnya aman.
Peristiwa ini menampar panitia dan pemerintah desa. Karnaval dengan sound horeg sudah berulang kali dikeluhkan karena kebisingan dan getarannya. Namun pengawasan terhadap keamanan infrastruktur di sepanjang rute jarang jadi perhatian.
Jika benar getaran menjadi pemicu, maka ini bukan sekadar kecelakaan. Ini soal izin, soal standar keselamatan, dan soal tanggung jawab. Menyelenggarakan hiburan di ruang publik tanpa memastikan bangunan di sekitarnya layak, sama saja mempertaruhkan nyawa warga.
,Kini, jenazah S telah dievakuasi dan penyelidikan Polsek Jombang masih berjalan. Publik menunggu jawaban: siapa yang lalai, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kanopi yang runtuh di tengah dentuman karnaval.
